Kumparan Logo
Konten Media Partner

Enggan Tanda tangani Petisi Pendemo, Wako Rudi: Saya Berjanji Secara Lisan!

BATAMNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wali Kota Batam, HM Rudi saat menemui para pendemo warga Perumahan Putra Jaya, Tanjunguncang. (Foto: Margaretha/Batamnews)
zoom-in-whitePerbesar
Wali Kota Batam, HM Rudi saat menemui para pendemo warga Perumahan Putra Jaya, Tanjunguncang. (Foto: Margaretha/Batamnews)

Batam, Batamnews - Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi menjumpai para demonstran yang merupakan warga Perumahan Putra Jaya, Senin (7/11/2022).

Mereka melakukan aksi demonstrasi menuntut suplai air di lokasi mereka agar lancar.

Dalam kesempatan itu, Rudi mengaku berkomitmen permasalahan mengenai suplai air agar dapat diselesaikan dengan baik.

Baca juga: BP Batam Digeruduk Warga Tanjunguncang Protes Air Bersih, Warga: Kami Tak Butuh Nomor WA!

“Saya tidak mungkin main-main, janji adalah hutang yang harus saya selesaikan,” ujar katanya.

Sembari menunggu suplai air lancar, ia mengaku akan meminta PT Moya Indonesia mendatangkan tangki air. Namun ia tidak dapat menjamin suplai air bisa lancar.

“Saya sambung pipa hari ini pun, (air) tidak akan mengalir,” kata dia.

Baca juga: BP Batam Didemo, Warga Mengaku Begadang Sampai Sakit Tampung Air Tengah Malam

Walaupun begitu, ia menyampaikan dalam beberapa bulan ke depan jika permasalahan ini tidak selesai, maka warga bisa segera mengirim pesan singkat kepadanya melalui whatsapp.

“Pipa di Batam sudah 25 tahun, itu harus diganti baru,” katanya.

Selain itu, ia juga dalam jangka panjang pihaknya membangun water treatment plant (WTP) di Mukakuning dalam kurun waktu 7-8 bulan kedepan. Menurutnya juga akan ada perbaikan WTP yang ada dalam kurun waktu 3-4 bulan.

“Nanti di bulan Februari tahun depan mudah-mudahan selesai perbaikannya (WTP) dan bulan Juni atau Juli untuk WTP baru. Sedang kita anggarkan,” katanya.

Menanggapi hal itu, warga mengaku pesimis. Mereka meminta Wali Kota Batam Rudi menandatangani petisi agar suplai air lancar 24 jam. Namun ternyata Rudi tidak menyanggupi permintaan warga.

“Tidak perlu (tanda tangan), saya berkomitmen secara lisan,” ucapnya dan meninggalkan massa.

Sementara itu, warga merasa kecewa karena Rudi tak mau meneken petisi untuk berjanji suplai air 24 jam.

“Demo kita ini kayak main-main karena dia (Rudi) tak mau tanda tangan. Kalau gitu sama aja, percuma kita demo begini,” seru warga.

(ret)

Baca berita lainnya di www.batamnews.co.id

Berita ini pertama kali terbit di

embed from external kumparan