Kumparan Logo
Konten Media Partner

Luhut Minta Dilakukan Studi Ekonomi untuk Jembatan Babin

BATAMNEWSverified-green

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad dan Menko Marves, Luhut Panjaitan meninjau lokasi yang akan dibangun proyek Jembatan Batam-Bintan (Babin). (Foto: Margaretha/Batamnews)
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad dan Menko Marves, Luhut Panjaitan meninjau lokasi yang akan dibangun proyek Jembatan Batam-Bintan (Babin). (Foto: Margaretha/Batamnews)

Batam, Batamnews - Menteri Kordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan menyampaikan jembatan Batam-Bintan (Babin) masih memerlukan studi tambahan bidang ekonomi.

Luhut bersama Gubernur Kepri, Ansar Ahmad meninjau lokasi proyek jembatan Babin di Punggur, Batam, Kepri (18/3/2021).

“Studinya harus jalan, jangan buru-buru,” ujar Luhut.

Menurutnya studi keekonomian ini harus dihitung, agar masa depan Jembatan Babin tidak seperti Jembatan Barelang.

"Dengan investasi sekian triliun atau mencapai ratusan miliar tetapi penggunaannya sangat minim. Makanya harus dihitung betul-betul manfaat ekonominya,” katanya.

Ia melanjutkan, jika berdasarkan laporan Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad diperkirakan akan ada 7 ribu kendaraan yang akan melintasi jembatan ini. Menurutnya hal itu akan berdampak cukup besar terhadap ekonomi.

Luhut juga kembali menekankan hasil studi tersebut harus tepat, agar saat jembatan dibangun, bisa memperoleh manfaat dan hasil sesuai dengan perkiraan. “Jangan sampai studi aja, tapi hasilnya gak benar,” kata dia.

(ret)

Baca berita lainnya di www.batamnews.co.id

Berita ini pertama kali terbit di

embed from external kumparan