Konten dari Pengguna

Tips Mudah untuk Memotret Arsitektur

Bayu Eka Novanta

Bayu Eka Novantaverified-green

Fotografer lepas, Writer

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Bayu Eka Novanta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto arsitektur. foto Keena.id
zoom-in-whitePerbesar
Foto arsitektur. foto Keena.id

Foto arsitektur merupakan suatu kegiatan fotografi yang mengabadikan foto rumah dan bangunan atau subyek-subyek arsitektur lainnya dalam bingkai estetika fotografi. Dalam hal ini, fotografer tidak hanya menonjolkan subyek arsitektural, tapi juga menggunakan kaidah-kaidah fotografi. Dalam artikel ini berisi tips mudah memotret arsitektur.

Secara umum Fotografi Arsitektur dapat kita bedakan menjadi beberapa sub topik. Yakni, fotografi eksterior untuk pemotretan yang tujuannya memotret tampilan luar bangunan. Sementara, fotografi Interior yang merekam berbagai bentuk bagian dalam bangunan.

Fotografi detail arsitektur memotret bagian-bagian tertentu yang terlihat istimewa dari sebuah bangunan atau menonjolkan hal unik yang ada dalam sebuah bangunan. Seperti halnya saat memotret obyek arsitektural hal yang perlu kamu tahu sebenarnya hanya 3 hal pokok yaitu:

1. Point Of Interest

Menghasilkan karya foto seperti apa yang akan kamu capai? ini menjadi hal yang perlu kamu ketahui terlebih dahulu. Foto arsitektur bentuk bangunan, foto interior bangunan, atau foto detail bangunan. Karena ini akan berpengaruh pada 2 aspek selanjutnya. Yaitu, pencahayaan dan komposisi di dalam frame yang terambil.

Ada kalanya sebuah bangunan menarik saat bentuk secara keseluruhannya terfoto. Namun, adakalanya pula sebuah bangunan menarik jika diambil segmen per segmen nya saja. Ini berdasar pada cara pandang seorang fotografer melihat sebuah ruang.

Sebagai contoh, sebuah bangunan tua yang kurang terawat. Kadangkala ketika memotretnya, justru merasa bahwa foto yang itu menjadi sesuatu yang datar. Tetapi, ketika kita mengambil hanya pada semen tertentu saja, ternyata obyek tersebut menjadi bagian yang menarik untuk dilihat.

2. Cahaya

Hal terpenting dalam fotografi arsitektur, dan cabang-cabang fotografi lainnya adalah cahaya. Cahaya bisa menampilkan wujud dan bentuk, yang bermuara pada visualisasi dimensi.

Cahaya melahirkan bayangan, yang menarik untuk mengisi frame dan memainkannya dengan cantik. Permainan bayangan niscaya ampuh untuk juga menampilkan wujud, bentuk dan dimensi. Untuk pencahayaan, satu hal penting yang wajib fotografer perhatikan adalah sumber cahaya seperti apa yang kamu gunakan.

Apakah seorang fotografer menggunakan pencahayaan alami ataukah pencahayaan buatan. Apabila akan menggunakan cahaya yang alami, maka hal yang perlu fotografer ketahui adalah waktu pengambilan gambar. Untuk cahaya matahari, maka waktu yang dapat kamu manfaatkan adalah pada Pukul 06.30 – 09.00. Pada sore hari pukul 16.30 – 17.30 kadangkala pencahayaan pukul 18.00 masih dapat dimanfaatkan untuk obyek-obyek tertentu.

Hal ini perlu, karena bayangan yang muncul oleh matahari pada jam tersebut masih cukup lembut. Sehingga perbedaan antara bagian yang terkena bayangan dan yang tidak, masih relatif menghasilkan tekstur yang halus. Selain waktu tersebut, maka bayangan yang muncul akan menjadi sangat kuat dan akan menghasilkan sesuatu yang kurang baik dalam foto yang tercapture.

Panjang pendek bayangan dan keras lembut cahaya memegang peranan penting dalam pencahayaan fotografi arsitektur. Sering kali ada kendala beda kontras tinggi, semisal dalam foto interior, yang bisa teratasi dengan pemahaman mumpuni tentang pencahayaan.

Demikian pula dengan karakter material bangunan dan interior, yang bisa tampil baik dengan pemahaman pencahayaan yang baik pula. Tanpa pemahaman baik tentang pencahayaan, fotografi arsitektur hanya berupa foto dokumentasi biasa yang kebetulan bersubyek karya arsitektur.

3. Komposisi

Foto arsitektur patut menempatkan komposisi fotografi pada posisi penting, selain kaidah-kaidah pencahayaan. Menggunakan elemen-elemen titik, garis, bentuk dan wujud dalam karya arsitektur memudahkan dalam menyajiankan komposisi yang sedap.

Komposisi berhadapan dengan persepsi, dan persepsi berdiri di atas imajinasi. Demikianlah fotografi arsitektur berdiri kokoh dari pada pemahaman estetika visual. Mudah untuk menemukan karya arsitektur dan merupakan hal menyenangkan untuk mengabadikannya dalam karya foto.

Satu hal yang perlu kamu ingat, bahwa fotografi arsitektur bukan hanya bersubyek bangunan dan juga foto arsitektur rumah. Melainkan juga pemukiman, kawasan dan kota. Akan lebih bermakna jika fotografi arsitektur memvisualisasikan keberadaan karya arsitektur dalam kehidupan nyata sehari-hari.

Artikel ini sebelumnya sudah tayang di keena.id dengan judul Tips Mengabadikan Foto Arsitektur Rumah atau Lainya. Temukan artikel fotografi lainnya di keena.id.