Konten dari Pengguna

Ketika Cinta Mempermainkan Ku ( True love Story of "Tyo" - Part 4 )

Bayu Priyanto

Bayu Priyanto

cari tahu sebelum beritahu

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Bayu Priyanto tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bangkit dan terus bangkit, tidak ada keterpurukan dalam cinta.

Kisah cinta laksana telenovela berseri ternyata tak menyurutkan semangat dan hati Tyo untuk terus menatap dan melangkah maju ke depan. Pantang surut dalam hidup karena ‘gagal’ dalam percintaan, itu yang ada dalam kamus hidup Tyo. Setelah kembali gagal merajut benang-benang cintanya, Tyo kembali menjalankan hidupnya.

Hari demi hari dilaluinya dengan terus berusaha mengubur kenangan pahit akan kisah cintanya. Tyo berusaha menghilangkan sedih dan gundahnya dengan bercerita kisah hidupnya pada seorang teman masa SMA nya. Mieke namanya, teman Tyo yang sering dijadikan tempat menumpahkan keluh-kesah cerita hidup dan cintanya.

Ternyata dalam diri Mieke sudah ada rasa ‘suka’ pada Tyo yang selama ini terpendam sejak masih SMA. Mereka yang selalu berkumpul bersama dengan teman-teman lainya sejak masa SMA, telah memunculkan bibit-bibit suka dan cinta. Tyo juga mulai menyadari bahwa dirinya juga melihat ada yang lain pada diri Mieke teman curhatnya ini. Akhirnya Tyo meyakinkan dirinya bahwa Mieke bukan hanya bisa sebagai teman curhat, tapi juga bisa jadi kekasihnya. Tanpa ada komitmen antar keduanya, Tyo dan Mieke sudah cukup merasa nyaman dengan kondisi kedekatannya ini. Tak segan mereka memperlihatkan kedekatannya ketika mereka sedang berkumpul bersama teman-teman lainnya. Tanpa menghilangkan kebiasaan mereka yang kerap melempar canda.

Ternyata, tragedi kembali berulang. Entah apa karena tak ada komitmen yang jelas dari Tyo untuk Mieke. Akhirnya muncul berita bahwa Mieke akan melangsungkan pernikahan dengan teman kuliahnya. Kembali Tyo harus menghadapi ‘pahitnya cinta. Walaupun tidak bisa disalahkan bila Mieke lebih memilih orang lain yang secara jelas mengutarakan isi hatinya.

Mieke pun mengungkapkan pada Tyo: “ aku menunggu kepastian darimu, tapi tak jua kau berikan. Aku pun menikah dengan lelaki yang namanya mirip denganmu Tyo”.

Calon suami Mieke memang bernama “Yoyo’.

Hancur, remuk, berantakan, entah kata apalagi yang bisa menggambarkan kondisi hati Tyo. Kembali gagal dalam merajut benang-benang kasih. Hidup serasa tidak memihak kepadanya. Sang pemilik cinta sepertinya tidak mau memberikan ‘magical worksnya” untuk Tyo.

Semua usaha yang dilakukan oleh Tyo seperti tak bisa berakhir manis dalam kisah cintanya.