Bola & Sports
·
23 Februari 2021 12:01

Belajar dari Derby Milan dan Nokia

Konten ini diproduksi oleh Bayu Susena
Belajar dari Derby Milan dan Nokia (24959)
Sumber foto pexels.com https://www.pexels.com/id-id/foto/orang-orang-bidang-rumput-bola-3886244/
Perusahaan harus selalu menjaga inovasi dan tidak puas diri. Jangan lengah sedikit pun. Jangan merasa di atas dan masa jaya. Kompetitor atau pesaing bisnis akan selalu menjadi ancaman. Ada perusahaan yang sudah berjalan beberapa tahun bisa jadi gulung tikar.
ADVERTISEMENT
Sukses bagai roket, masa keemasan, masa jaya, masa terkenal, masa terfavorit itu akan musnah jika perusahaan tidak mengelola dengan baik. Perusahaan akan pada masa zona nyaman sehingga tidak melakukan inovasi kembali. Dan akhirnya dapat terlewati oleh pesaing.
Jangan meremehkan perusahaan lain yang masih kecil. Jangan mengatakan perusahaan lain seperti semut kecil yang bisa dimatikan. Pesaing merupakan pemicu sebagai perusahaan agar terus berupaya melakukan inovasi.
Contoh perusahaan yang mengalami penurunan ketika sudah jaya adalah Nokia. Nokia perusahaan asal Finlandia sempat berjaya pada waktu itu. Tetapi karena kurang inovasi atau sombong maka mengalami penurunan. Sekarang Nokia “comeback” mulai bangkit kembali. Setelah melakukan evaluasi-evaluasi, akhirnya Nokia dapat mengeluarkan produk-produknya kembali.

Sepak Bola

Liga Seri A Italia telah melangsungkan pertandingan antara AC Milan vs Inter Milan. Derby Kota Milan yang selalu menarik untuk dilihat atau ditonton. Derby della Madonnina ini merupakan pekan ke-23 Seri A pada musim 2020-2021. Derby ini digelar di Stadion Giuseppe Meazza.
ADVERTISEMENT
Ac Milan dan Inter Milan sedang bersaing ketat sebab poinnya selisih satu angka saja. Persaingan puncak klasemen Seri A memang sangat sengit. Siapa pun pemenangnya maka akan menduduki puncak klasemen. Hasil akhirnya AC Milan kalah. Pertandingan derby ini dimenangkan oleh Inter Milan.
Ini merupakan kekalahan besar AC Milan di pertandingan Seri A. Bisa jadi ini merupakan puncak masalah AC Milan. AC Milan yang selama ini menguasai seri A diawal bergulirnya seri A. AC Milan merasa nyaman dan tidak melakukan antisipasi lawan-lawan. AC Milan merasa di zona nyaman dan mengakibatkan kelengahan.
Setelah kekalahan tragis ini, diharapkan manajemen AC Milan melakukan evaluasi diri. Mencari solusi agar dapat “comeback” dan memberikan kemenangan. Jangan menganggap remeh lawan-lawan lain seri A. Bola itu bundar, kemenangan itu harus diperjuangkan. Tidak boleh meremehkan lawan.
ADVERTISEMENT
Hikmah yang dapat dipetik dari Nokia dan tim sepak bola AC Milan adalah ketika di atas angin atau di masa kejayaan atau diberi kekuasaan memimpin perusahaan/negara, janganlah merasa besar diri dan sombong dan meremehkan yang lainnya. Tetap membumi dan rendah hati, jaga sikap dan perilaku. Dan ketika terpuruk seperti Nokia dan tim sepak bola AC Milan, jangan menyerah. Tetap semangat dan segera bangkit di masa depan.