Konten Media Partner

Gurita Raksasa sepanjang 19 Meter Pernah Menguasai Samudera di Zaman Purba

BBC NEWS INDONESIA verified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Gurita Raksasa sepanjang 19 Meter Pernah Menguasai Samudera di Zaman Purba

Sketsa tentang bagaimana wujud gurita raksasa.
zoom-in-whitePerbesar
Sketsa tentang bagaimana wujud gurita raksasa.

Pada zaman purba, sekitar 100 juta tahun lalu, dinosaurus rupanya tidak berkeliaran sendiri di alam ini. Penelitian baru menemukan kemungkinan gurita raksasa bercokol menguasai samudera di masa tersebut.

Studi baru ini berdasarkan riset pada sejumlah rahang awetan.

Dari salah satu bagian tersebut, diprediksi ukuran gurita itu mencapai 19 meter.

Merujuk hal ini, gurita itu berpotensi menjadi invertebrata terbesar sekaligus predator andal yang pernah diketahui para ilmuwan.

Penggambaran tersebut berpedoman pada lengan-lengan kokoh dan rahang seperti paruh.

Bagian tubuh itu berfungsi menangkap mangsa, serta mengunyah cangkang dan tulang spesies lain. Beberapa gurita lain pada zaman lampau tersebut juga diyakini merupakan predator kuat.

Temuan ini mengubah lanskap pengetahuan. Sebab, selama beberapa dekade, para paleontolog meyakini predator laut terbesar adalah vertebrata bertulang belakang seperti ikan dan reptil. Invertebrata seperti gurita dan cumi-cumi tidak terlalu diperhitungkan.

Gurita Pasifik Raksasa bertemu penyelam di dasar laut.

Penelitian baru yang membawa perspektif mutakhir terkait gurita purba ini dilakukan oleh para ilmuwan dari Universitas Hokkaido di Jepang.

Analisis mereka terhadap rahang fosil menunjukkan gurita raksasa mampu mengunyah cangkang keras dan kerangka ikan besar serta reptil laut.

Panjang tubuhnya berkisar 1,5 hingga 4,5 meter. Namun, jika lengan-lengan panjangnya juga dihitung sekaligus, maka panjang totalnya sekitar 7 hingga 19 meter.

Ciri mencolok lainnya, fosil rahang yang ditemukan memperlihatkan sisi kanan dan kiri yang tidak merata sehingga diperkirakan gurita ini mungkin lebih sering menggunakan satu sisi saat makan.

Pada hewan yang hidup, kecenderungan menggunakan satu sisi tubuh dibanding sisi lainnya berkaitan dengan fungsi otak yang lebih maju.

Apa perbedaan dengan gurita masa kini?

Gurita modern dikenal karena kecerdasan, kemampuan memecahkan masalah, dan strategi berburu yang kompleks.

Saat ini, gurita modern yang merupakan spesies hidup terbesar adalah Gurita Pasifik Raksasa dengan rentang lengan lebih dari 5,5 meter.

Sebuah rekaman video menunjukkan hewan ini menghadapi hiu yang panjangnya lebih dari satu meter.

"Dengan tentakel dan alat pengisapnya mereka dapat mengikat hewan semacam itu sehingga tidak ada jalan untuk melarikan diri," kata paleontolog dari Universitas Zurich, Christian Klug yang menelaah penelitian tersebut.

Gurita dikenal karena kecerdasan luar biasa dan kemampuannya sebagai ahli kamuflase.

Kembali pada gurita purba, para ilmuwan hanya dapat menebak bentuk pasti hewan itu, ukuran siripnya, atau kecepatan berenangnya. Banyak hal belum bisa dipastikan.

Selain rahang, belum ada juga fosil yang ditemukan dengan isi perut yang dapat memberikan bukti langsung tentang mangsa yang mereka santap.

Paleontolog dari Universitas Bath, Dr Nick Longrich menduga para gurita purba ini memangsa amonit, moluska bercangkang.

Akan tetapi, seperti gurita modern, mereka merupakan predator oportunistis dan rakus, yang tidak akan melewatkan mangsa lain jika ada kesempatan.

"Butuh waktu sebelum kita memahami hal ini sepenuhnya. Ini masih sedikit misteri,” ujarnya.

Untuk saat ini, fosil-fosil tersebut memang baru menawarkan sekelumit informasi tentang raksasa laut dalam yang mungkin pernah menjelajahi lautan purba, dipersenjatai rahang penghancur, lengan-lengan kuat, dan otak yang mungkin membantunya bersaing dengan predator tangguh lainnya.

Penelitian mengenai gurita ini dipublikasikan dalam jurnal Science.