Konten dari Pengguna

Cara Kerja Public Relation saat Pandemi COVID-19

Syifa Renada Lubis

Syifa Renada Lubis

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Syifa Renada Lubis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Oleh : Syifa Renada Lubis

Cara Kerja Public Relation saat Pandemi COVID-19
zoom-in-whitePerbesar

Public Relations ( pr ) merupakan profesi yangmembantu sebuah perusahaan, oganisasi, badan atau institusi agar publik mau bekerja sama dengan baik. Fungsi utama PRadalah menumbuhkan dan mengembangkan hubungan baik antar lembaga / organisasi dengan publiknya, internal maupun eksternal dalam rangka menanamkan pengertian, menumbuhkan motivasi dan partisipasi publik dalam upaya menciptakan iklim pendapat atau opini publik yang menguntungkan lembaga organisasi.

Selama masa pandemi covid – 19 pemerintah menerapkan sistem kerja dari rumah ( work from home ) peran PR disini banyak melalui sistem daring dengan memanfaatkan media sosial seperti zoom, google meet dan skype yang dipromosikan melalui youtube, instagram, dan media sosial lainnya. Dimasa ini PR bertugas untuk mempertahankan kinerja dan nama baik perusahaan agar tetap stabil selama covid – 19 karena banyaknya perusahaan yang sudah collapsesaat ini.

Apa saja kesulitan yang dihadapi PR selama masa pandemi ?

Selain PR sangat berguna dalam masa pandemi, PR juga mengalami beberapa kesulitan dalam pelaksanaannya. Komunikasi terbatas menjadikan PR tidak efektif dalam menerapkan komunikasi persuasi yang sejatinya memberikan keuntungan kepada perusahaan tanpa memaksa mitra karena sulitnya mengembangkan ide atau gagasan secara tidak langsung.

Ilustrasi internet Foto: pixabay

Menjadi Digital PR

Digital PR adalah sebuah ranah kehumasan yang menciptakan dan menjaga citra positif dengan menampilkan pesan organisasi dan brand di media internet. Aktivitasnya mencakup mendengarkan isu melalui media sosial (media monitoring), mendeteksi isu tersebut dan menaganginya, serta menciptakan konten brand yang menarik untuk publik. Humas harus membangun interaksi yang kuat dengan audiens-nya di media sosial. Di era keterbukaan informasi seperti sekarang, interaksi sangat diperlukan untuk memastikan konten yang disajikan benar-benar efektif dan relevan bagi audiens yang disasar.

Menjadi digital PR tidak efektif dalam memecahkan masalah maupun planning perusahaan. PR membutuhkan waktu lebih dari biasanya untuk memberikan solusi dan apresiasi terbaik bagi perusahaan maupun mitra perusahaan. Namun, peran PR masih sangat dibutuhkan. Dengan segala keterbatasan, PR tetap dipercayakan untuk siap siaga mengatasi segala pasang surut masalah.*

**Penulis Merupakan Mahasiswa Ilmu Komunikasi FIS Uinsu Medan, Kelompok 99 KKN-DR 2020**