Catatan Perjalanan ke Kota Manado dan Sekitarnya di Akhir Tahun 2023

Direktur Perkumpulan Strada, Pengamat Pendidikan, Kolumnis, Cerpenis, Kandidat Doktor Filsafat di STF Driyarkara, Jakarta, dan Penggemar Sepak Bola.
Tulisan dari Odemus Bei Witono tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setelah setahun penuh berdedikasi dalam berbagai pekerjaan dan pelayanan, tiba saatnya bagi saya untuk memberi diri kesempatan istirahat dan introspeksi. Dengan penuh antusias, saya memutuskan menjelajahi keindahan dan kehangatan kota Manado dan sekitarnya, sebuah tempat yang tak hanya mempesona tetapi juga sarat dengan makna keagamaan.
Terlebih lagi, kehadiran bulan Desember dan suasana akhir tahun memperkaya pengalaman perjalanan dengan nuansa Natal yang kental di sana.
Langkah pertama saya di tanah Sulawesi Utara dimulai di Bandara Sam Ratulangi, Manado. Saat melangkahkan kaki keluar dari pintu kedatangan, kehangatan sambutan dari adik, istrinya, dan kedua keponakan saya menyambut kedatangan dengan senyum ramah. Momentum Natal yang mendekat menjadikan suasana semakin akrab dan hangat di antara kami.
Perjalanan kami dimulai dengan makan bersama, dan selanjutnya saya ditemani keluarga adik menjelajahi keindahan Tomohon, sebuah kota yang dikenal dengan suhu relatif dinginnya. Suasana di sana memberikan kesegaran tersendiri.
Malam di Tomohon menjadi panggung untuk refleksi, di mana suasana yang tenang memfasilitasi merenungkan segala peristiwa dan proses hidup sepanjang tahun yang telah berlalu.
Setelah mendapatkan istirahat yang cukup, adik saya bersama beberapa rekan kerjanya memimpin perjalanan menuju Tondano untuk menikmati keindahan danau purba, sembari menyantap hidangan ikan Mujair bakar yang segar, diolah langsung dari danau tersebut.
Keesokan harinya, kami melanjutkan “petualangan” kami melihat-lihat kota Manado, dan kemudian menuju Biara SJMJ St Joseph Manado, yang berlokasi dekat dengan sebuah sekolah Katolik terkemuka di kota. Berbincang dan berdiskusi dengan para suster di sana memberikan pencerahan serta wawasan baru tentang arti sejati dari pelayanan dan dedikasi.
Pada tanggal 28 Desember, saya bermalam di ruang tamu biara. Hari berikutnya, bersama suster dan guru, kami berkeliling kompleks sekolah yang tidak hanya memukau namun juga penuh inspirasi. Suasana akrab dan dialog edukatif dengan para pendidik di sana menambahkan dimensi berarti pada perjalanan tersebut.
Akan tetapi, perjalanan kami tidak berhenti di situ. Bersama para suster, kami melanjutkan petualangan kami mengunjungi Danau Linow dan Bukit Doa Berbunga.
Meskipun keindahan alam di tempat-tempat tersebut menakjubkan, obrolan panjang dan berkesan tentang pendidikan yang terjadi sepanjang perjalanan menjadi highlight yang tak terlupakan. Suasana akrab dan pemandangan indah seakan membentuk kolase kebahagiaan di setiap langkah kami.
Pada tanggal 30-31 Desember 2023, malam terisi dengan kehangatan di rumah keluarga adik saya di Perumahan Wenwin Permai Desa SEA II, Kecamatan Pineleng, dekat Kota Manado.
Di malam pergantian tahun, di atas sotoh rumah, kami menikmati pemandangan Kota Manado yang gemerlap dari kejauhan dan menikmati kembang api yang memukau pada pukul 00.00.
Tak hanya sebagai perayaan tahun baru, tanggal 1 Januari 2024 penuh dengan makna mendalam. Perjalanan kami melibatkan kunjungan ke keluarga adik ipar, dan kembali ke Biara St Joseph untuk makan malam bersama.
Kebersamaan dengan Bapak Uskup Manado, para Romo, dan para suster tuan rumah menjadi pertanda baik untuk tahun yang akan datang. Bincang-bincang yang terjalin akrab memberikan kesan yang mendalam.
Pada tanggal 2 Januari pagi, saya meninggalkan kota Manado. Tiba di Jakarta pada pukul 09.00 dengan selamat, membawa rasa syukur dan terima kasih atas segala pengalaman dan kebaikan yang saya temui selama perjalanan.
Semoga tahun 2024 membawa perjalanan hidup yang lebih baik dan penuh berkah bagi setiap individu yang kami jumpai dan layani. Perjalanan ini, tak hanya sebagai petualangan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang memberikan makna dan inspirasi bagi setiap langkah hidup yang dijalani.
