Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
30 Ramadhan 1446 HMinggu, 30 Maret 2025
Jakarta
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45
Konten dari Pengguna
Mandiri Belajar Efektif
30 Agustus 2023 12:02 WIB
Tulisan dari Odemus Bei Witono tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Mandiri belajar efektif dalam konteks sekarang, dan masa depan sangat diperlukan, mengingat begitu banyak informasi yang perlu dipelajari setiap hari. Mandiri belajar perlu dilakukan siswa, khususnya di tingkat SMP, atau SMA/SMK agar kemampuan intelektual, dan karakter mereka dapat bertumbuh secara lebih optimal.
ADVERTISEMENT
Pada dasarnya, mandiri belajar merupakan proses, metode, dan filosofi pendidikan dimana siswa secara proaktif memperoleh pengetahuan melalui usaha mereka sendiri. Metodologi demikian mendorong pengembangan keterampilan seperti penyelidikan dan evaluasi kritis.
Prasyarat yang perlu dipunyai siswa agar dapat mandiri belajar, antara lain di dalam dirinya mempunyai motivasi, ketahanan, kemahiran manajemen waktu, dan kemauan untuk menaklukkan tantangan. Prasyarat tersebut, dapat menjadi modal yang kuat bagi siswa untuk mandiri belajar, guna melengkapi pembelajaran yang sudah didapat sekolah.
Belajar dalam realitas sebenarnya bukan hanya perkara transfer pengetahuan dari sumber rujukan ke dalam alam pikir para siswa, tetapi juga di dalamnya terjadi proses membentuk peserta didik menjadi pemikir konseptual bermotivasi tinggi, mandiri, dan percaya diri.
ADVERTISEMENT
Dalam analisis Vijay Vardhan (2014) masa transisi bagi pelajar ke mandiri belajar merupakan tugas berat, terutama bagi mereka yang terbiasa dengan lingkungan belajar terstruktur. Para guru perlu membantu, memberikan motivasi agar para siswa bersemangat dalam mandiri belajar, khususnya ketika berada di luar sekolah.
Di lingkungan sekolah, siswa kadang merasa nyaman, karena diperhatikan dan dibimbing oleh guru dalam belajar. Rasa nyaman ini kalau tidak diatur baik akan menimbulkan ketergantungan. Jika tidak dibimbing, maka tidak belajar, demikian ketergantungan yang potensial terjadi. Guru perlu memberikan tugas-tugas menarik, dalam bentuk simulasi atau animasi yang dapat memberikan pelatihan bagi siswa mandiri belajar. Mereka perlu dilatih, hingga menyadari, bahwa belajar merupakan tanggung jawab yang perlu dipegang teguh.
ADVERTISEMENT
Menurut Vardhan inti dari transformasi ke mandiri belajar, yaitu menyadari keterlibatan lebih dan partisipasi aktif dalam proses pembelajaran diri sendiri. Pembelajaran mandiri sangat bergantung pada motivasi diri, pengorganisasian yang cermat, dan kesadaran tinggi akan preferensi dan kecenderungan belajar pribadi.
Pergeseran paradigma -- dari dituntun belajar mengarah ke pola mandiri belajar -- memerlukan pemahaman komprehensif mengenai persepsi siswa dan guru terhadap harapan, dan tujuan dari pembelajaran mandiri.
Kunci keberhasilan pembelajaran mandiri menurut Vardhan terletak pada bagaimana siswa memandang dan mendalami pendekatan pembelajaran baru. Para guru perlu memotivasi, dan menjelaskan prinsip-prinsip dasar dan beragam aspek pembelajaran mandiri, sehingga menumbuhkan rasa tekat kuat dalam penggunaan metode merdeka belajar.
Pembelajaran mandiri secara konkrit memberdayakan siswa melalui kebebasan menentukan tujuan dalam kerangka rencana atau program tertentu. Melalui proses pendampingan, para pendidik, maupun pelajar menjalankan otonomi dalam memetakan jalur pendidikan mereka.
ADVERTISEMENT
Seorang konsultan edukasi, pernah mengatakan bahwa pendidikan merupakan sarana pemberdayaan yang tidak dapat dianggap remeh. Oleh karenanya, orang perlu meluangkan waktu untuk mandiri belajar. “Temukan gairah hidup dan kejarlah dengan hati dan jiwa Anda. Jangan pernah berhenti percaya pada diri sendiri”, demikian kata Deborah Gabriel (2023).
Ciri khas pembelajaran mandiri, belajar tidak perlu dikomando dari kekuatan eksternal. Dalam diri pelajar, sudah ada dorongan kuat untuk belajar sesuai minat, dan bakat yang dimiliki. Dengan demikian eskalasi pertumbuhan intelektual, dan kepribadian mereka akan bertambah maju, dan berkembang. Para siswa dalam mandiri belajar diberi tanggung jawab pendidikan lebih besar guna mencapai tujuan pendidikan.
Dalam pembelajaran mandiri terjadi kemitraan yang saling menguntungkan, dan meneguhkan di lingkungan sekolah. Kemitraan demikian dapat merubah posisi relasi dari guru-murid, menjadi pendamping atau fasilitator dengan peserta didik yang difasilitasi. Keadaan yang demikian merangkum keseimbangan antara otonomi dan bimbingan yang menjadi ciri pembelajaran mandiri yang efektif.
ADVERTISEMENT
Sebagai catatan akhir, pembelajaran mandiri efektif membutuhkan motivasi pribadi, ketahanan, manajemen waktu yang strategis, dan kemauan untuk menghadapi tantangan secara langsung. Transisi dari dibimbing belajar ke mandiri siswa perlu menumbuhkan motivasi diri, pengorganisasian, dan kesadaran akan kebutuhan belajar yang lebih tinggi.
Semoga, sekarang dan di masa depan banyak siswa terlatih mandiri belajar. Dengan kemandirian belajar, para siswa akan mengalami proses percepatan bertumbuh, lebih optimal karena proses pembelajaran terjadi tidak hanya di sekolah, tetapi juga diperkaya dari mana-mana termasuk di rumah, dan di masyarakat.