Konten dari Pengguna

Pentingnya Ziarah dan Rekreasi bagi Komunitas Pendidikan

Odemus Bei Witono

Odemus Bei Witono

Direktur Perkumpulan Strada, Pengamat Pendidikan, Kolumnis, Cerpenis, Kandidat Doktor Filsafat di STF Driyarkara, Jakarta, dan Penggemar Sepak Bola.

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Odemus Bei Witono tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto Koleksi Strada: Ziarah ke makam tiga pendiri lembaga.
zoom-in-whitePerbesar
Foto Koleksi Strada: Ziarah ke makam tiga pendiri lembaga.

Prolog

Beberapa tahun silam, ada seorang pemuda dalam rumah formasi berusia dua puluh lima tahun bernama Agus (bukan nama sebenarnya), diajak dua sahabat melakukan dies villae, bersepeda ke desa-desa, sekaligus berziarah mengunjungi monumen perjuangan di Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang.

Dalam perjalanan itu Agus sungguh menikmati bersepeda. Dia merasa happy, karena perjalanan lancar. Dia merasa kagum dengan pemandangan yang indah di kiri kanan sepanjang jalan. Suasana lokasi tujuan pun menyenangkan dan sekaligus inspiratif, karena tempat yang kunjungi mengandung nilai historis yang berarti.

Sepulang dari dies villae, Agus merasa segar, gembira dan siap menjalankan tugas rutin dengan gembira. Dalam hatinya memutuskan, bahwa sesekali akan melakukan kegiatan ziarah yang disertai rekreasi yang memberikan kesegaran hidup rohani, dan jasmani.

Makna Ziarah, dan Rekreasi (Ziarek)

Dalam kamus Merriam-Webster ziarah dimaknai berkunjung ke tempat yang dianggap sakral, suci, dan/atau bersejarah. Sedangkan rekreasi didefinisikan sebagai aktivitas penyegaran kekuatan dan semangat setelah bekerja. Ziarek merupakan suatu kombinasi aktivitas refreshing yang berguna untuk mencairkan kebekuan, atau kejenuhan kemampuan kerja rohani, psikis dan fisik. Kelenturan aktivitas Ziarek yang berkesan mampu mengurangi beban pikiran, dan kejenuhan hidup.

Ziarek yang berkualitas dalam suatu komunitas pendidikan perlu direncanakan secara baik. Rencana meliputi persiapan, pembentukan panitia, survei lokasi, membuat buku panduan, dan rangkaian acara yang menarik sesuai tema dan kebutuhan mengapa Ziarek dilakukan. Dalam rencana itu juga ditentukan titik lokasi untuk berkumpul, makan bersama, dan koordinasi yang baik antar panitia di lapangan.

Sepulang kegiatan Ziarek perlu diadakan evaluasi, dan refleksi untuk menangkap, dan memetik buah-buah Ziarek. Selain itu, evaluasi, dan refleksi yang berkualitas dapat menjadi panduan untuk mengadakan Ziarek berikutnya di tahun-tahun yang berbeda.

Praksis Ziarek

Belum lama ini ada 104 karyawan di sebuah lembaga pendidikan swasta melakukan Ziarek di daerah Cimahi, Bandung dan sekitarnya. Dalam acara tersebut, mereka melakukan aktivitas berupa kunjungan ke makam pendiri, melakukan ibadah singkat, mengunjungi objek wisata, pentas seni malam, dan ke esok harinya pergi ke sebuah situ dan sungai deras untuk melakukan rafting arung jeram dalam macam-macam kelompok.

Foto Koleksi Strada: rafting dari air tenang menuju sungai berarus deras.

Berdasarkan sampel evaluasi, dan refleksi, peserta merasa berkesan melakukan Ziarek bersama. Dari sembilan, ada dua indikator aktivitas yang mendapatkan nilai tertinggi, yaitu kegiatan di makam pendiri, dan rafting di Cileunca. Kedua kegiatan tersebut mendapat skor 4,56 dan 4,36 dari skala lima. Sedangkan indikator lain berupa perasaan gembira peserta memperoleh skor 4, 33.

Skor yang sangat tinggi mengindikasikan bahwa kegiatan Ziarek itu penting dan bermakna bagi karyawan, dan lembaga. Dalam sharing dan evaluasi tertulis pun menunjukkan bahwa Ziarek dapat memberikan dorongan semangat untuk meningkatkan kualitas kerja.

Joni (bukan nama sebenarnya) mengatakan, “Setelah Ziarek, saya akan bekerja dengan penuh semangat, dan berjuang (seperti para pendiri lembaga) untuk memperoleh hasil yang lebih baik lagi.” Nita (bukan nama sebenarnya) menambahkan, “Saya akan bekerja keras secara tulus, disiplin dalam karya, dan melaksanakan tugas dengan penuh tanggungjawab.”

Selama Ziarek, para karyawan secara visual nampak ceria seolah-olah hidup tanpa beban, dan mereka pun dapat tertawa lepas saat ada guyonan yang menarik. Suasana gembira tersebut memberikan sukacita yang mendalam. Ziarek yang disertai rekreasi bersama, pada satu sisi spiritualitas dapat diperkaya, tetapi pada sisi yang lain jiwa, dan fisik disegarkan.

Ziarek yang menyegarkan dari sisi rohani mengandung daya formatif bagi orang yang menjalani. Mengandung sisi formatif karena di dalamnya terkandung pembentukan mental seseorang. Sebagai ilustrasi, kunjungan ke makam para pendiri lembaga, mengingatkan peziarah untuk mengenang jasa-jasa yang telah diperbuat orang itu.

Vibrasi atas pengorbanan, dedikasi, dan pengabdian para pionir yang sudah meninggal terekam dalam memori peziarah untuk menjadi inspirasi bertransformasi menjadi lebih baik. Alek (bukan nama sebenarnya) mengungkapkan setelah mengunjungi makam pendiri, “Saya akan bekerja lebih giat, dan tetap memelihara nilai-nilai baik yang diwarisi para pendiri lembaga.”

Manfaat Ziarek

Inspirasi hidup yang diterima dalam suasana rekreatif membuat kita merasa happy. Dalam jiwa yang gembira pesan-pesan yang tersirat dari apa yang dijumpai selama Ziarek mudah diingat dan potensial meningkatkan kualitas kebugaran rohani, dan jasmani.

Dalam analisis Rubin (2011) dalam The Happiness Project, sesuatu kegiatan jika dilakukan dengan rasa bebas -- dalam kesungguhan -- kendati hal yang dilakukan sederhana akan menimbulkan kebahagiaan.

Melakukan Ziarek dengan kesungguhan hati itu melegakan, menghibur, dan memberikan kekuatan dalam beraktivitas rutin selanjutnya. Kekuatan yang didapat berupa kesegaran komplit, yaitu dari sisi rohani, maupun jasmani.

Ziarek ibarat sapu yang membersihkan rasa penat di hati, dan pikiran. Dalam ziarek, kita mengalami kelepasan beban hidup yang menghimpit jiwa. Ziarek menjadi salah satu cara efektif untuk pemulihan diri. Dalam Ziarek, individu yang melakukan perlu menarik diri sejenak dari seluruh rangkaian kegiatan rutin keseharian.

Banyak ahli kesehatan, dan psikologi yang menyarankan Ziarek sebagai obat mujarab mengatasi tekanan hidup yang berat. Dengan adanya Ziarek, seseorang dapat memulai sesuatu aktivitas rutin dengan rasa gembira, dan berkobar-kobar.

Banyak orang terlambat melakukan tindakan rekreatif sebagai bagian hidup yang tidak terpisahkan. Akibatnya orang tersebut mudah jatuh sakit, stress, frustrasi, dan mengalami kesepian hidup yang berkepanjangan. Banyak orang sukses yang sibuk dengan dirinya berakhir dengan kegagalan hidup yang tragis.

Epilog: Kesimpulan

Sebagai catatan akhir, Ziarek formatif penting dilakukan guna meningkatkan kualitas kegembiraan komunitas karyawan dalam suatu lembaga institusi pendidikan. Ziarek yang direncanakan entah setahun atau dua tahun sekali dapat menjadi energi positif untuk menambah dan memperbarui stamina lama yang sudah habis tergerus oleh aktivitas rutin.

Dalam Ziarek bersama juga menciptakan komunitas yang kondusif dalam pengembangan lembaga menjadi lebih baik. Bagi lembaga yang kesulitan dana, dapat membuat Ziarek bersama dengan biaya lebih murah tetapi berdampak besar bagi lembaga.

Semoga banyak lembaga pendidikan, komunitas, dan keluarga yang meluangkan waktu untuk mengadakan Ziarek secara terjadwal. Ziarek yang terjadwal diharapkan dapat meningkatkan kualitas diri karyawan atau siapa saja dari sisi rohani, dan jasmani.