Tradisi Tabur Bunga Saat Ziarah ke Makam di Hari Lebaran

MAHASISWA UNIVERSITAS AMIKOM PURWOKERTO - PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Belliaa Clarishta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Tradisi Tabur Bunga Saat Lebaran Tiba
Purwokerto - Dalam momen suci Idul Fitri yang dipenuhi dengan kegembiraan dan kebersamaan, masyarakat di Desa Kebumen, Purwokerto juga memperingati tradisi yang kaya makna: tradisi tabur bunga saat ziarah ke makam keluarga. Orang-orang berkumpul di pemakaman untuk mengenang orang-orang yang telah tiada, sambil menaburkan bunga sebagai simbol penghormatan dan pengingat akan rasa cinta.

Di tengah cahaya mentari pagi yang berseri, ribuan orang berkumpul di pemakaman-pemakaman untuk melaksanakan tradisi ini. Mereka membawa bunga, berbagai macam warna dan aroma, sebagai ungkapan rasa hormat dan cinta kepada yang telah berpulang.
Sementara itu, di pemakaman desa tradisi tabur bunga menjadi ajang silaturahmi antarwarga. Masyarakat berkumpul untuk melaksanakan doa bersama dan membersihkan makam, sambil saling bertukar cerita dan kenangan tentang orang-orang yang telah meninggalkan mereka.
Menurut peziarah, tradisi tabur bunga bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga kesempatan untuk merenungkan arti kehidupan dan memperkokoh ikatan batin dengan orang-orang tercinta yang telah tiada.
"Tradisi tabur bunga saat ziarah ke makam pada Hari Lebaran jauh lebih dari sekadar ritual rutin. Bagi saya pribadi, dan mungkin bagi banyak orang lainnya, momen ini merupakan kesempatan berharga untuk merenungkan makna sebenarnya dari kehidupan. Saat kita menaburkan bunga di atas makam orang-orang tercinta yang telah tiada, kita tidak hanya mengenang mereka, tetapi juga mengingatkan diri kita sendiri akan hakikat keberadaan kita di dunia ini. Ini adalah momen yang membangun untuk memperkokoh ikatan batin dengan mereka yang telah berpulang. Ketika saya berada di sana, saya merasa lebih dekat dengan mereka, seperti kita masih bisa berkomunikasi melalui hati." Ungkap Romiyati, pengunjung makam ziarah.
Tradisi tabur bunga ini juga menjadi momen untuk mempererat hubungan antargenerasi. Anak-anak diajarkan oleh orang tua mereka tentang pentingnya menghormati leluhur dan merawat warisan budaya.
