Konten dari Pengguna

Mahasiswa UB Ciptakan Modul Matematika Seru untuk Siswa Madrasah di Sukolilo

comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Benedictus Pandia Prama tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa UB Ciptakan Modul Matematika Seru untuk Siswa Madrasah di Sukolilo
zoom-in-whitePerbesar

Wajak, 17 Juli 2025 — Inovasi pembelajaran kembali lahir dari tangan mahasiswa Universitas Brawijaya. Benedictus Pandia Prama, mahasiswa Ilmu Politik FISIP UB dari kelompok 20 FBD KOMPAK FISIP, menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang tak biasa di Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang.

Melalui program bertajuk “Petualangan Menuju 1000”, Benedictus menyelenggarakan bimbingan belajar (bimbel) matematika untuk siswa-siswi kelas 3 Madrasah Ibtidaiyah Mambaul Ulum. Kegiatan ini diikuti oleh 15 siswa yang antusias mengikuti pelajaran tentang bilangan cacah hingga angka 1.000, dan sukses dilaksanakan pada Kamis, 17 Juli 2025.

Yang membuat program ini istimewa adalah hasil akhirnya: sebuah modul pembelajaran matematika yang diberi judul “Pintar Bilangan Cacah 1–1000”. Modul ini merupakan hasil nyata dari proses belajar-mengajar selama bimbel berlangsung.

Modul ini dirancang secara kreatif dan edukatif. Di dalamnya, terdapat penjelasan materi seputar bilangan cacah — mulai dari pengenalan angka hingga ribuan, pemahaman tempat nilai (satuan, puluhan, ratusan, ribuan), serta operasi hitung dasar seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.

Tak hanya itu, modul ini juga memuat tips belajar menyenangkan, ilustrasi lucu yang membuat siswa lebih tertarik, serta latihan soal lengkap dan variatif untuk menguji pemahaman anak secara mendalam. Semua disajikan dengan desain yang menarik dan bahasa yang ramah anak, sehingga membuat proses belajar menjadi lebih seru dan tidak membosankan.

“Melalui modul ini, saya ingin anak-anak di madrasah bisa belajar matematika dengan cara yang menyenangkan, tidak takut lagi pada angka. Ini bukan hanya untuk kegiatan KKN, tapi bisa menjadi bekal belajar jangka panjang,” ungkap Benedictus.

Program ini menjadi bukti bahwa kegiatan KKN bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan juga sarana untuk memberikan dampak nyata kepada masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dasar.

Dengan menggabungkan pendekatan edukatif, kreativitas, dan kepedulian terhadap pendidikan di desa, Benedictus telah menciptakan solusi belajar yang bermanfaat dan berkelanjutan bagi anak-anak Madrasah Ibtidaiyah Mambaul Ulum di Sukolilo.