Konten Media Partner

1.925 Ikan Koi Adu Cantik Perebutkan Piala Wali Kota Solo

Bengawan Newsverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Lomba ikan koi Solo Koi Show 2022 di Sport Hall Arena Terminal Tipe A Tirtonadi, Solo, Sabtu (28/05/2022). FOTO: Fernando Fitusia
zoom-in-whitePerbesar
Lomba ikan koi Solo Koi Show 2022 di Sport Hall Arena Terminal Tipe A Tirtonadi, Solo, Sabtu (28/05/2022). FOTO: Fernando Fitusia

SOLO - Sebanyak 178 pehobi ikan koi dari berbagai wilayah di Indonesia mengikuti kontes Solo Koi Show 2022 di Sport Hall Arena Terminal Tipe A Tirtonadi, Solo, Sabtu (28/05/2022).

Para peserta yang berasal dari Kalimantan Timur, Banjarmasin, Jakarta, Semarang, Bali hingga Medan, tersebut berusaha memperebutkan Piala Walikota Solo, dalam lomba itu.

Ketua Panitia Solo Koi Show, Santoso, mengatakan jika Solo menjadi tuan rumah karena saat pandemi COVID19, aktivitas pehobi koi meningkat pesat.

“Selama pandemi perputaran ikan koi, baik dari transaksi penjualan, kenaikan jumlah pehobi dan jumlah peternak, meningkat sangat pesat. Mungkin saat ini jumlah pemain baru sudah lebih dari 150 % dibanding pandemi,” terang Santoso.

Ikan koi itu dinilai berdasarkan sejumlah kriteria. FOTO: Fernando Fitusia

Ke-178 peserta itu mengikutsertakan 1.925 ikan koi, yang akan dinilai berdasarkan sejumlah kriteria.

“Kriteria penilaian seperti struktur badan atau body, kualitas warna, kebersihan kulit, batas warna, batas antara warna dasar dan warna polanya dan sebagainya.”

Terdapat juga juara atau champion di setiap kriteria.

"Untuk ikan terkecil gelarnya super mini champion dan ikan terbesar gelarnya grand champion. Setiap 10 cm juga ada champion, setiap 5 cm ada juara 1, nanti akan diadu dengan ukuran di atasnya dengan pola yang sama juga. Setelahnya diadu baru menjadi champion,” urai Santoso.

Ikan koi dinilai memiliki karakteristik yang unik. FOTO: Fernando Fitusia

Menurutnya, karakteristik koi yang unik menjadi salah satu daya tarik dalam perlombaan tersebut.

“Mencari ikan koi yang bagus itu memang susah. Lalu dalam 1.000 ikan pun tidak ada warna yang sama. Ketiga, koi selalu bergerombol yang secara filosofi menandakan kalau ikan koi selalu guyub,” terang Santoso.

(Fernando Fitusia)