Konten Media Partner

66 Pasien Griya PMI Peduli Solo Terpapar COVID-19

Bengawan Newsverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pasien Griya PMI Peduli Solo berbaring di tenda yang difungsikan sebagai hunian sementara, Jumat (04/03/2022). FOTO: Dok Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Pasien Griya PMI Peduli Solo berbaring di tenda yang difungsikan sebagai hunian sementara, Jumat (04/03/2022). FOTO: Dok Istimewa

SOLO - Sebanyak 104 staf dan pasien Griya Palang Merah Indonesia (PMI) Peduli Solo terkonfirmasi positif COVID-19.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 9 orang diantaranya merupakan staf Griya PMI Peduli berjumlah 9 orang, 29 mahasiswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) dan 66 pasien yang berstatus Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

CEO PMI Kota Solo, Sumartono Hadinoto mengungkapkan kasus COVID-19 tersebut awalnya ditemukan terhadap salah satu warga Griya PMI Peduli atau pasien, yang tidak enak badan.

Pasien itu lantas menjalani tes swab pada Kamis (03/02/2022).

“Tadi pagi hasilnya keluar dan positif. Lalu kami langsung swab 184 orang dan 103 orang diantaranya dinyatakan positif,” terang Sumartono, Jumat (04/03/2022).

Ia mengaku, tidak tahu dari mana sumber penularan COVID-19 tersebut.

Untuk memisahkan warga yang positif dan negatif, Griya PMI Peduli telah membangun tenda.

Tenda tersebut difungsikan sebagai lokasi hunian sementara warga yang negatif. Adapun warga yang terkonfirmasi positif diisolasi di dalam bangunan Griya PMI Peduli.

“Kalau staf dan peserta PKL menjalani isolasi mandiri di rumah.”

Untuk sementara, Griya PMI Peduli juga meniadakan kunjungan keluarga pasien maupun donatur.

Sumartono menjelaskan, Griya PMI Peduli tidak melakukan treatment khusus bagi pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19.

"Perlakuannya sama seperti orang biasa. Kami ada dokter yang langsung memberi vitamin. Karena gejalanya cuma batuk pilek, jadi tidak diberi obat-obatan lain yang tidak diresepkan dokter," jelas dia.

(Tara Wahyu)