Akhir Kisah Agung Nugroho, sang Petugas KPPS Penderita Leukimia

SOLO - Agung Nugroho, anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di TPS Karangasem, Solo, menghembuskan nafas terakhirnya pada Minggu (28/4). Meski menyandang status sebagai penderita leukimia, tetapi pada perhelatan Pemilu 2019, ia tetap bekerja penuh dedikasi demi kelangsungan demokrasi negeri ini.
Mela Siti Malikah (32), istri almarhum, berbagi cerita kepada Bengawan News saat ia ditemui di rumah duka almarhum yang berlokasi di Desa Karangasem RT 03/RW 04, Laweyan, Solo, Selasa (30/4/2019).
Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, kata Mela, almarhum sempat berpesan dengan membuat status di aplikasi WhatsApp. Dalam statusnya, ia menyatakan ingin bertemu presiden untuk mengatakan agar Pemilu serentak tidak diulangi lagi.
"Dia pesan kalau ingin bertemu bapak presiden, karena dia ingin bilang jangan diulangi lagi Pemilu serentak," kata Mela mengutip pesan suaminya.
Almarhum Agung Nugroho dikenal sebagai sosok yang selalu menjadi semangat untuk istri dan juga keluarganya, meski pada akhirnya kematian menjemputnya usai gelaran Pemilu.
"Dia merasakan berat (beban kerjanya) saat Pemilu serentak tahun ini, karena bertugas dari pagi hari dan pulang ke rumah pukul 03.00," ungkap Mela.
Menurut Mela, suaminya sudah dua kali berpartisipasi menjadi pengawas TPS, yaitu pada gelaran Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah pada tahun 2018 dan kini Pemilu 2019. Ketika menjalani perawatan di rumah sakit usai pelaksanaan pencoblosan, almarhum justru tetap mengerjakan tugasnya sebagai pengawas TPS.
Diketahui, almarhum Agung Nugroho sudah menderita leukimia sekitar setahun belakangan. Mela mengatakan, suaminya telah melakukan transfusi darah dan kondisinya dinilai tidak ada masalah.
Namun takdir berkata lain. Sang suami meninggal pada hari Minggu (28/4/2019), setelah sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah, Solo.
"Hari Minggu kemarin sempat mondok (dirawat) di rumah sakit, tetapi kemudian pulang lagi," ujar Mela. (Agung Santoso)
