Amien Rais Wanti-wanti Rencana Presiden 3 Periode Masih Bisa Terealisasi

Konten Media Partner
30 Mei 2022 17:36
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Politisi senior sekaligus Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, Amien Rais. FOTO: Fernando Fitusia
zoom-in-whitePerbesar
Politisi senior sekaligus Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, Amien Rais. FOTO: Fernando Fitusia
ADVERTISEMENT
SOLO - Meski kini wacana perpanjangan masa jabatan presiden menjadi 3 periode telah meredup, politisi Amien Rais yakin isu itu bisa mencuat kembali bahkan terealisasi.
ADVERTISEMENT
Hal ini disampaikan Amien Rais saat menjadi pembicara Seminar Pra Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiah di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Senin (30/05/2022).
“Saya masih yakin itu. Saya bukan curiga tanpa dasar,” tegas dia.
Menurut Amien, keyakinannya didasari watak kekuasaan.
“Watak kekuasaan itu emoh turun (tidak mau turun). Sehingga ada ungkapan dalam Bahasa Inggris ‘no body will relingest his all good power golden to related’. Tidak ada penguasa laki ataupun perempuan, yang kemudian melepaskan kekuasaannya sukarela. Tidak ada,” urai dia.
Ketua Majelis Syuro Partai Ummat ini menyebut, kecenderungan itu tidak hanya dijumpai di Indonesia.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
“Di Amerika Latin, Cina, sama saja. Jadi kita tidak aneh. Cuma dengan akal sehat kita, nurani kita, mestinya tidak begitu. Kalau sudah 2 periode jangan tambah lagi. Tapi tetap saja, karena ada wacana mudah dilakukan, akan terjadi,” jelasnya.
ADVERTISEMENT
Amien mengaku kuatir jika ide itu terealisasi, maka kondisi bangsa menjadi sukar diprediksi.
“Ini wanti-wanti saya, karena begitu ada 3 periode Pak Jokowi jadi (menjabat) 15 tahun. Itu kemudian kita nggak tahu apa yang terjadi. Sehingga saya mewanti-wanti, mumpung belum terlambat kalau bisa sejak awal. Kalau bisa, sudahlah 2 periode, 10 tahun, sesuai konstitusi yang ada sudah.”
Ia pun meminta berbagai pihak tak membungkus ide itu dengan konsep yang muluk-muluk.
Nggak usah pakai istilah yang muluk-muluk dari khazanah agama maupun pikiran politik. Dari pewayangan saja, para dalang kita mengatakan bahwa para tokoh wayang yang kurang sadar kalau mau menelan bumi itu bisa lho,” tuturnya.
(Fernando Fitusia)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020