Konten Media Partner

AMSINDO Serahkan Bantuan untuk Korban Banjir Kalsel dan Gempa Sulbar

Bengawan Newsverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Asosiasi Media Sosial dan Online atau AMSINDO menyalurkan donasi untuk korban bencana alam
zoom-in-whitePerbesar
Asosiasi Media Sosial dan Online atau AMSINDO menyalurkan donasi untuk korban bencana alam

SOLO-Asosiasi Media Sosial dan Online atau AMSINDO menggalang dana untuk korban banjir Kalimantan Selatan dan gempa bumi di Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat. Donasi yang terkumpul lebih dari Rp 53,9 juta itu disalurkan kepada korban bencana melalui Lazismu Balikpapan.

"Kami berharap donasi ini bisa membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah," kata Koordinator AMSINDO Kalimantan Timur, Andre. Menurutnya, donasi itu digalang sejak pertengahan Januari kemarin melalui platform fundraising kitabisa.com.

Menurutnya, hasil donasi itu diberikan untuk korban bencana di dua provinsi. Bantuan untuk korban gempa Mamuju, Sulawesi Barat, diberikan senilai Rp 23 juta diperuntukkan bagi keluarga lanjut usia, ibu hamil dan disabilitas.

Asosiasi Media Sosial dan Online atau AMSINDO menyalurkan donasi untuk korban bencana alam

Sedangkan bantuan untuk korban banjir Kalimantan Selatan diberikan dalam bentuk renovasi rumah milik Paidi, warga Kecamatan Hantakan, Hulu Sungai Tengah, senilai Rp 4,5 juta. Bantuan juga diberikan untuk renovasi jembatan senilai Rp 25 juta.

Seperti diketahui, rentetan bencana alam melanda beberapa wilayah di Indonesia di awal tahun ini. Banjir besar melanda wilayah Provinsi Kalimantan Selatan. Saat ini masih ada 21.762 jiwa yang mengungsi akibat banjir.

Banjir besar itu disusul dengan bencana gempa bumi yang mengguncang daerah Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat dalam 2 hari secara berturut-turut. Gempa pertama terjadi pada hari Kamis (14/1/2021) pukul 14.45 WITA dengan kekuatan 5,9 dalam skala richter.

Ada sekitar 70 ribu warga masih mengungsi di berbagai lokasi pengungsian di Kabupaten Majene, Mamuju dan Polewali Mandar. Tak sedikit warga yang berada di pengungsian yang mulai mengeluh sakit.

(Tara Wahyu)