Angka Stunting di Solo Tinggi, Selvi Ananda Gali CSR untuk Program Intervensi
·waktu baca 2 menit

SOLO - Angka stunting di Kota Solo menempati urutan ke-2 tertinggi se-Jateng setelah Kota Tegal, sejak 2021.
Hal ini dikatakan Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Solo, Selvi Ananda, usai menghadiri penyaluran multivitamin kepada ibu hamil dan menyusui di Gedung Dinas Kesehatan Kota Solo, Senin (04/04/2022).
“Angka stunting di Kota Solo masih sekitar 800-an anak. Kita nomor 2 se-Jawa Tengah habis Tegal. Nomor 2 dari atas,” ungkap Selvi.
Masih tingginya angka stunting di Solo itu, menurut Selvi, dipengaruhi berbagai faktor. “Mulai cakupan gizi, faktor ekonomi, higienitas lingkungan, sanitasi, drainase kebersihan dan kesehatan di keluarga. Cuma ya memang paling berpengaruh adalah cakupan gizi,” urai dia.
Selvi menegaskan, TP PKK Solo sudah menargetkan penurunan angka stunting tersebut. “Kami menargetkan setiap tahun harus turun 3 persen. Tapi dari tahun lalu, angka kita masih tetap sama segitu.”
Berangkat dari hal tersebut, Selvi berencana menggandeng beberapa pihak untuk terlibat dalam penanganan stunting di Solo.
“Tidak bisa hanya dengan edukasi dan sosialisasi, tapi harus dengan sasaran yaitu pemberian bantuan secara langsung. Seperti kegiatan ini, ibu hamil dan ibu menyusui dapat multivitamin.”
TP PKK pun berencana menggali dana CSR, untuk memberikan bantuan-bantuan tersebut bagi anak-anak, balita stunting, ibu hamil serta ibu menyusui.
“Tujuan untuk meningkatkan asupan gizi mereka,” tutur Selvi.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo, Siti Wahyuningsih menjelaskan, data mengenai stunting tersebut berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) dari Kementerian Kesehatan.
“Masalah stunting ini harus diselesaikan secara komprehensif. Dinas Pertanian mengambil peran pemberdayaan lahan, kemudian Dinas Permukiman juga berperan besar untuk mengintervensi bangunan fisik seperti jamban, IPAL, lantai rumah sampai ventilasi. Karena stunting itu tidak hanya diintervensi dari masalah kesehatan saja,” jelas Siti.
(Fernando Fitusia)
