Balapan Lari Tanpa Alas Kaki Bubar Setelah Kedatangan Polisi

Konten Media Partner
14 September 2020 6:39 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Balapan lari cekeran (tanpa sepatu) di Jalan Yosodipuro bubar saat kedatangan polisi
zoom-in-whitePerbesar
Balapan lari cekeran (tanpa sepatu) di Jalan Yosodipuro bubar saat kedatangan polisi
ADVERTISEMENT
SOLO - Eksistensi para pemuda di Kota Solo, Jawa Tengah yang baru trend andalan balapan lari tanpa sepatu (mlayu cekeran -red). Cukup sederhana, butuh napas panjang dan kuat berlari tanpa alas kaki terutama di malam hari. Hanya saja, olahraga tradisional harus bubar setelah kedatangan polisi di Jalan Yosodipuro, Minggu (13/09/20) pukul 21.50 WIB.
ADVERTISEMENT
"Kita berharap balapan ini ada izinnya, bukan menggunakan jalan umum. Silakan izin ke Pemkot, Dinas Olahraga, dan Kepolisian, " jelas salah satu anggota polisi kepada para pemuda yang menanyakan kepada polisi yang membuatnya balapan lari bubar.
Olahraga tradisional berupa balapan lari tanpa alas kaki harus bubar setelah kedatangan polisi di Jalan Yosodipuro, Minggu (13/09) pukul 21.50 WIB
Dari pantauan 'Bengawan News' di lokasi kalau jalan tersebut dipenuhi para pemuda. Memang cukup rapi parkir karena tidak menutup jalan di bawah overpass Manahan. Hanya saja, ketika balapan lari ini semua jalan arah lokasi balapan dihentikan sehingga tidak ada kendaraan melintas. Sepertinya polisi setempat dari Polsek Banjasari Solo mendapatkan laporan datang ke lokasi. 
" Tidak perlu buru-buru, kita hanya olahraga. Kita tanyakan ke polisi, apa yang kita lakukan bukan balapan motor," ujar salah satu pemuda yang saat itu mendatangi polisi datang ke lokasi. (Agung Santoso)
Dari pantauan 'Bengawan News' di lokasi kalau jalan tersebut dipenuhi para pemuda. Memang cukup rapi parkir karena tidak menutup jalan di bawah overpass Manahan