Konten Media Partner

Bisa Temui Erick Thohir saat Cari Sponsor ASEAN Para Games, Gibran: Akan Dibantu

Bengawan Newsverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri BUMN Erick Thohir (kanan) dan Ketua Inaspoc Gibran Rakabuming Raka. FOTO: Dok Instagram @erickthohir
zoom-in-whitePerbesar
Menteri BUMN Erick Thohir (kanan) dan Ketua Inaspoc Gibran Rakabuming Raka. FOTO: Dok Instagram @erickthohir

SOLO - Ketua Indonesia ASEAN Para Games Organizing Committee (Inaspoc), Gibran Rakabuming Raka, mengaku berhasil menemui Menteri BUMN Erick Thohir dalam upayanya mencari sponsor penyelenggaraan event olahraga atlet disabilitas tersebut.

Meski demikian Gibran mengatakan, pencarian sponsor ASEAN Para Games belum selesai usai pertemuan tersebut.

“Kemarin ketemu Pak Erick Thohir dan Pak Hary Tanoe (Hary Tanoesoedibjo), untuk membicarakan ASEAN Para Games. Sponsornya dari BUMN-BUMN. Yang paling penting dari Pak Erick itu (sponsor dari) PT Angkasa Pura, PLN, Telkom,” ungkap Gibran, Jumat (24/06/2022).

Menurut Gibran, pendanaan ASEAN Para Games itu akan dirapatkan lagi pada Senin (27/06/2022).

“Tapi Pak Menteri BUMN siap membantu. Kalau Pak Hary Tanoe (bantu) broadcast. Nanti kalau kurang, dicarikan," imbuhnya.

embed from external kumparan

Gibran mengaku, dalam pertemuannya dengan Erick Thohir pada Kamis (23/06/2022) tersebut, ia juga berkonsultasi tentang penyelenggaraan ASEAN Para Games. Sebab Erick Thohir merupakan orang di balik suksesnya penyelenggaraan ASIAN Games 2018 di Jakarta dan Palembang.

Menteri BUMN Erick Thohir (kanan) dan Ketua Inaspoc Gibran Rakabuming Raka. FOTO: Dok Instagram @erickthohir

“Semua dikonsultasikan. Tapi memang bedanya budget kami di ASEAN Para Games 2022 ini sangat minim.”

Menurut Gibran, anggaran ASEAN Para Games tersebut hanya berkisar Rp 375 miliar.

“Bandingkan sama (anggaran) PON coba. Berapa T (triliun) coba. Tapi nggak apa-apa, yang penting acaranya berjalan lancar,” kata Wali Kota Solo ini.

Gibran pun berjanji terus mengupayakan pendanaan ASEAN Para Games tersebut.

“Nanti yang kurang-kurang tak golekke (saya carikan). Ada swasta, ada BUMN. Masih ada waktu,” ujarnya.

(Fernando Fitusia)