Cek Kesiapan Layanan Mudik di Solo, Komisi V DPR Minta Rangkaian Kereta Ditambah
·waktu baca 2 menit

SOLO - Sejumlah anggota Komisi V DPR RI meninjau kesiapan Stasiun Solo Balapan dan Terminal Tirtonadi untuk menyelenggarakan angkutan Lebaran 2022, Kamis (07/04/2022).
Peninjauan pertama dilakukan di Stasiun Solo Balapan dan didampingi Vice President PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 6 Yogyakarta, Iwan Eka Putra dan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka.
“Kami ingin tahu sejauh mana persiapan mereka dalam rangka melayani pemudik saat Hari Raya Idul Fitri 2022,” ujar anggota Komisi V DPR RI, Sudewo.
Berdasarkan pengecekan, di Stasiun Solo Balapan ditemukan sejumlah hal yang harus mendapatkan perhatian pihak terkait. Seperti perlunya penambahan jumlah rangkaian kereta api (KA).
“Tiket sekarang ini sudah habis. Artinya masyarakat masih berharap supaya jumlah kereta api ditambah. Dan itu harus dilakukan oleh KAI maupun Kementerian Perhubungan,” kata anggota Fraksi Gerindra ini.
Sudewo menambahkan, arus mudik dan balik Lebaran mendatang harus berjalan lancar serta tidak memicu klaster COVID-19.
Sosialisasi terkait protokol kesehatan harus terus dilakukan oleh KAI, terminal maupun bandara. Terutama terkait pengecekan syarat vaksin booster maupun antigen untuk penumpang.
“2022 itu diprediksi antara 80-90 juta penumpang akan mudik dan mayoritas ke Jawa Tengah. Jawa Tengah prediksi kami adalah Solo. Maka Solo harus benar-benar bekerja ekstra untuk menyiapkan diri,” tandas Sudewo.
Vice President PT KAI Daop 6 Yogyakarta Iwan Eka Putra siap menindaklanjuti permintaan tersebut.
Terkait jumlah rangkaian KA, saat ini pihaknya sudah menjalankan 18 KA reguler dan 5 KA tambahan. Adapun untuk ketersediaan tiket, menurutnya masih tersedia.
“Jadi dari 280.000 tiket yang sudah kami launching pada tanggal 1 April, baru terjual 85.000. Jadi masih banyak sekali,” jelas dia.
(Fernando Fitusia)
