Konten Media Partner

Cerita GPH Bhre Tidur di Makam Ayahnya, Sebelum Terpilih Jadi Raja Mangkunegaran

Bengawan Newsverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo di makam Mangkunegara IX yang berada di Astana Girilayu, Kabupaten Karanganyar. FOTO: Dok Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo di makam Mangkunegara IX yang berada di Astana Girilayu, Kabupaten Karanganyar. FOTO: Dok Istimewa

SOLO - Calon Raja Pura Mangkunegaran, Solo, Gusti Pangeran Haryo (GPH) Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo dikenal dekat dengan mendiang ayahnya, Mangkunegara IX.

Saking dekatnya, Bhre diketahui kerap berziarah ke makam ayahnya di Astana Girilayu, Kabupaten Karanganyar.

“Kalau ke Girilayu memang sudah bolak-balik ke sana. Bahkan sampai sare (tidur) di sana," kata Wedono Satriyo Pura Mangkunegaran, KRMT Lilik Priarso Tirtodiningrat, Rabu (02/03/2022).

Beberapa kali, kepergian Bhre ke makam Mangkunegara IX dilakukannya diam-diam.

embed from external kumparan

"Tahu-tahu Gusti Bhre nggak ada. Lalu dia ngabari udah di tempat Romonya (ayahnya). Di makamnya.”

Biasanya Bhre tidur di samping pusara ayahnya. Di lokasi tersebut sudah tersedia tenda.

Menurut Lilik, aktivitas Bhre mengunjungi makam Mangkunegara IX itu merupakan keinginannya sendiri.

Sebab berdasarkan aturan, Bhre tak bisa mengulangi aktivitas itu jika sudah resmi menduduki takhta Mangkunegara X.

“Kalau sudah jumeneng (bertakhta) tidak boleh ke makam, karena itu sudah aturan. Sinuhun (Mangkunegara IX) dulu juga gitu. Para nata (raja) Mataram juga gitu," beber Lilik.

Apalagi meski besar dan kuliah di Jakarta, lanjut Lilik, Bhre sangat mengerti adat istiadat Pura Mangkunegaran.

(Tara Wahyu)