Konten Media Partner

Cerita soal Paskah dan Ramadan di Gereja dan Masjid Kota Solo yang Bersebelahan

Bengawan Newsverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Masjid Al Hikmah Kratonan yang bersebelahan dengan GKJ Joyodiningratan di Jalan Gatot Subroto, Solo. FOTO: Agung Santoso
zoom-in-whitePerbesar
Masjid Al Hikmah Kratonan yang bersebelahan dengan GKJ Joyodiningratan di Jalan Gatot Subroto, Solo. FOTO: Agung Santoso

SOLO - Toleransi umat 2 agama yang tempat ibadahnya bersebelahan di Jalan Gatot Subroto, Solo hingga kini tetap terjaga.

Perayaan Paskah di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Joyodiningratan tak sampai mengganggu ibadah umat Islam di Masjid Al Hikmah Kratonan, yang terletak di sebelahnya.

“Sebenarnya tidak ada koordinasi secara teknis. Tapi kami tahu ada tarawih (di masjid). Untuk itu kegiatan besok tidak diselenggarakan sampai keluar (gereja),” terang Pendeta GKJ Joyodiningratan, Nunung Istining Hyang, Kamis (14/04/2022).

Sesuai jadwal, gereja tersebut akan menyelenggarakan ibadah Kamis Putih pada sore ini mulai pukul 16.00 dan 18.30 WIB. Selanjutnya pada Jumat akan digelar ibadah Jumat Agung pukul 16.00 dan pukul 18.30 WIB, kemudian Sabtu Sunyi mulai pukul 18.00 WIB dan Minggu Paskah mulai pukul 08.00 WIB.

“Kalau keramaian, kita sudah biasa beribadah bersama. Mengalir dengan sendirinya. Kecuali kalau Idul Fitri kegiatannya sampai halaman luar, kita perlu koordinasi,” paparnya.

Toleransi beragama yang terjalin sejak lama itu, dibenarkan Imam Masjid Al Hikmah, Muhammad Suqhodi.

Menurut dia, ibadah dengan jadwal bersamaan di masjid maupun gereja setempat adalah hal biasa.

“Biasanya sebelum azan itu kan membaca Al Quran dulu. Tapi karena ada kegiatan di gereja, maka suara bacaan Al Quran tidak kami naikkan melalui mikrofon,” urai dia.

Meski demikian, azan dan ikamah tetap dikumandangkan seperti biasa.

Keharmonisan ini, kata Suqhodi, juga berlangsung setiap Ramadan dan perayaan hari lainnya.

“Misalnya kalau masjid ada kegiatan, kami pinjam tempat di depan gereja. Begitu pula sebaliknya, kalau gereja ada kegiatan parkirnya sampai di depan masjid,” beber dia.

(Agung Santoso)