Konten Media Partner

Dari 'Napas Surya' hingga 'Tukang Dor' Jadi Julukan untuk Balap Lari di Solo

Bengawan Newsverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sumber Foto: @infobalaplarisolo
zoom-in-whitePerbesar
Sumber Foto: @infobalaplarisolo

SOLO - Balap lari liar kini sedang diganderungi oleh anak muda di berbagai kota besar. Tak terkecuali di Kota Solo yang saat ini anak mudanya mulai menyukai balap lari yang di diadakan di Jalan Yosodipuro atau samping lapangan kota barat. Di Kota Solo sendiri balap lari liar di laksanakan sekali sebelum akhirnya di bubarkan oleh polisi.

Balap lari digelar di area beraspal dengan jarak sekitar 100 meter tanpa memggunkan alas kaki serta di tonton banyak orang. Menuer inisiator balap lari, CEL (19) balap lari yang ia adakan di Solo merupakan adopsi dari balap lari yang telah diadakan di daerah-daerah lain.

CEL mengungkapkan, awalnya hanya membuat akun instagram dengan nama Info Balap Lari Solo pada Sabtu (12/09/20) lalu akhirnya disebarkan di group Facebook dan banyak orang yang tertarik dan hari Minggu (13/09/20) balap lari digelar.

"Awalnya ngajak pasti enggak ramai, tapi ternyata banyak yang tertarik. Setelah membuat akun Instagram besoknya langsung balap lari, tapi dibubarkan pihak yang berwajib meminta izin," ujar CEL, Sabtu (19/09/20).

Ada satu hal yang unik dari balap lari yang digelar orang anak-anak muda ini, yakni dengan mencantumkan spesifikasi tubuh mereka mulai dari berat badan, tinggi badan serta nafas mereka saat mendaftar lewat Direct Message (DM) Instagram.

"Jadi yang mau ikut biasanya DM di IG nanti kita carikan untuk saingannya. Untuk julukan yang di DM itu sebenarnya untuk lucu-lucuan biar seru saja sih," ceritanya.

Ia mengungkapkan, julukan yang diterima itu merupakan spesifikasi misalnya untuk "jenis rokok" mereka ganti dengan "jenis napas" seperti "napas surya". Selain itu spesifikasi juga julukan "tawon balap", "tukang dor" serta "dengkul kopong" dan bensin "air mineral".

Meski sempat digelar sekali dan harus dibubarkan paksa oleh pihak kepolisian, menurut CEL pendaftar bisa sampai 100 orang per harinya. Namun, untuk saat ini, dirinya yang inisiator masih meminta perizinan dari pihak kepolisian serta tim gugus tugas.

"Ini kita masih mencari perizinan dari pihak kepolisian serta gugus tugas COVID-19," ungkapnya.

Meski masih ada yang mengadakan lomba balap lari itu merupakan spontanitas dari masyarakat bukan dari pihaknya. (Tara Wahyu)