Datangi DPRD, Pedagang Pasar Mebel Solo Tolak Rencana Pembangunan Sentra IKM
·waktu baca 2 menit

SOLO - Belasan perwakilan pedagang Pasar Mebel, Solo, mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Solo, Selasa (18/01/2022).
Mereka bermaksud menyampaikan penolakan pembangunan sentra Industri Kecil Menengah (IKM) yang direncanakan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka.
Salah seorang pedagang,Nuning, mengaku terkejut jika pembangunan sentra IKM itu diikuti relokasi pedagang Pasar Mebel ke kawasan eks Bong Mojo.
“Kalau kami dipindahkan, tentu usaha kami akan dijauhi pembeli," katanya di hadapan anggota Komisi II DPRD Solo.
Pedagang risau jika usaha tersebut akan sepi, maka beban hidup mereka makin berat.
Apalagi sejak 3 tahun terakhir, pedagang merasakan aktivitas usaha mereka terus menurun.
"Kami masih memiliki cicilan bank dan dealer, jadi tolong dipikirkan. Kami di sana mencari sesuap nasi. Apalagi masih ada beban biaya sekolah anak," ungkapnya.
Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Mebel, Sutarmi, mengatakan bahwa rencana penataan Pasar Mebel melalui pembangunan sentra IKM berbeda dibanding rencana awal yang disampaikan Pemkot Solo.
"Di era Pak Rudy (Wali Kota sebelumnya, FX Hadi Rudyatmo), Pasar Mebel hanya akan direnovasi. Tapi sekarang kok DED berubah dan pedagang akan dipindah di bekas Bong Mojo,” jelas dia.
Sutarmi pun mempertanyakan peruntukan sentra IKM tersebut.
"Kalau itu dibangun IKM dan kami disuruh pindah, jelas kami menolak. Lagi pula gedung IKM dibangun mewah untuk siapa? Lha wong kami juga rakyat,” tandasnya.
Sementara itu Ketua Komisi III DPRD Solo, Honda Hendarto, berjanji menyampaikan aspirasi pedagang kepada Pemkot Solo.
Namun ia menjelaskan, pembangunan IKM itu tidak terlepas dari persetujuan pemerintah pusat selaku penyandang dana.
Menurutnya, permohonan anggaran renovasi Pasar Mebel yang diajukan eks Wali Kota FX Hadi Rudyatmo tak kunjung disetujui hingga pergantian Wali Kota Solo.
"Setelah ada pergantian kepemimpinan, anggaran tersebut disetujui tapi dengan konsep yang berbeda," terang Honda.
(Tara Wahyu)
