Konten Media Partner

Difa Coffee Shop Solo: Angkringan Wujud Solidaritas untuk Kaum Difabel

Bengawan Newsverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Difa Coffe Shop yang ada di Jl. Madubronto no. 6 Sondakan, Laweyan, Solo. (Fernando Fitusia)
zoom-in-whitePerbesar
Difa Coffe Shop yang ada di Jl. Madubronto no. 6 Sondakan, Laweyan, Solo. (Fernando Fitusia)

SOLO - Forum Peduli Difabel Indonesia meluncurkan Difa Coffee Shop yang beralamatkan di Jalan Madubronto no. 6 Sondakan, Laweyan, Solo. Tempat makan ini mempunyai konsep yang menyerupai sebuah angkringan, tapi dibuat khusus untuk menggalang dana bagi para difabel yang ada di Indonesia.

Para pengunjung dapat menikmati semua makanan dan minuman yang ada di Difa Coffee Shop dengan membayar seikhlasnya.

Forum Peduli Difabel Indonesia adalah sebuah komunitas yang punya kepedulian besar bagi teman-teman difabel atau teman-teman yang berkebutuhan khusus. Kegiatan komunitas ini memang diperuntukkan khusus bagi teman-teman difabel.

Difa CoffeShop mempunyai konsep seperti angkringan. Pengunjung dapat makan dan minum sepuasnya dengan membayar seikhlasnya. (Fernando Fitusia)

“Yang kami lakukan di sini adalah kami ingin mengenalkan kepada dunia bahwasanya teman-teman difabel itu bukanlah teman-teman yang harus diasingkan, yang harus dikucilkan tetapi teman difabel ini adalah teman yang harus kita rangkul. Teman-teman yang memang punya potensi,” papar Mela, pengurus Forum Peduli Difabel Indonesia cabang Soloraya.

Mela menjelaskan bahwa 100 persen omzet Difa Coffee Shop akan diperuntukkan bagi kaum difabel. Forum Peduli Difabel Indonesia tidak mengambil keuntungan sedikit pun.

Pesan yang ingin mereka sampaikan dengan mendirikan tempat makan ini adalah mereka mengundang masyarakat untuk menyalurkan bantuan kepada teman-teman difabel.

"Ini konsepnya seperti angkringan di mana menunya ada nasi kucing, nasi oseng, sate-satean, dan juga ada gorengan. Pengunjung dapat membayar seikhlasnya dan kami tidak menentukan harus membayar berapa, mau satu gerobak dibayar seribu pun kami tidak masalah karena kami yakin bahwasanya ini adalah niatan kami dari hati. Dan yang datang kesini adalah orang-orang yang memang ditunjuk sama Allah untuk datang ke sini dan mereka ikut empati dengan kami,” lanjut Mela.

Berbagai menu makanan yang ada di Difa Coffee Shop yang dapat dinikmati pengunjung. (Fernando Fitusia)

Harapannya, dengan dibukanya Difa Coffee Shop, masyarakat bisa lebih peduli dengan teman-teman difabel. Masyarakat bisa lebih empati lagi dengan teman-teman difabel.

Jadi, tidak ada lagi difabel gelandangan, tidak ada lagi difabel yang dikucilkan. Masyarakat luas pun bisa teredukasi bahwa difabel juga mempunyai banyak potensi. Difa Coffee Shop buka dari pukul 17.00 hingga 23.00 WIB, dari Selasa sampai dengan Minggu. (Fernando Fitusia)