Digelar Perdana, Solo Fashion Week Jadi Ajang Pencarian Bakat Desainer Muda
·waktu baca 2 menit

SOLO - Solo Fashion Week digelar perdana di Solo Paragon Mall, Jumat-Minggu (01-03/07/2022). Selain memamerkan produk fashion dan kerajinan karya desainer asal Solo, event itu juga menampilkan produk batik yang dipamerkan dalam Java In Paris, bulan lalu.
“Ada sekitar 50 koleksi batik dari Batik Keris. Kami ingin masyarakat juga ikut menikmati gelaran fashion show yang kemarin dibawakan di Paris,” ungkap founder Solo Fashion Week, Naomi Anik, di sela-sela pembukaan.
Naomi berharap, industri fashion di Solo bisa membesar dan anak-anak muda turut antusias. Karena selama ini mereka cenderung apatis terhadap industri fashion.
“Untuk event kali pertama ini, Solo Fashion Week ingin anak-anak muda di Solo tertarik dengan event fashion show. Karena selama ini mereka lebih senang menyaksikannya di internet. Padahal mereka punya ruang untuk tampil di industri ini, terutama para desainer muda,” terang dia.
Anik menerangkan, event Solo Fashion Week sudah terdaftar di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) sejak awal tahun lalu.
“Saat ini nomor registrasinya sudah ada, tinggal menunggu sertifikasinya keluar. Prosesnya sendiri memang memakan waktu 6 bulan sampai 1 tahun di Indonesia.”
Artinya, secara resmi di Indonesia hanya ada 3 event berlabel fashion week. Yakni Indonesia Fashion Week, Jakarta Fashion Week dan Solo Fashion Week.
(Fernando Fitusia)
