Ditongkrongi Mobil Dinas Gibran, SMK Batik 2 Solo Batalkan Sekolah Tatap Muka
·waktu baca 2 menit

SOLO-SMK Batik 2 Solo akhirnya membatalkan rencana untuk menggelar sekolah tatap muka pada pekan ini. Pihak yayasan juga berjanji akan selalu patuh terhadap peraturan yang dibuat oleh pemerintah dalam penanganan pandemi COVID-19.
Koordinator Kepala Sekolah Yayasan Pendidikan Batik, Joko Sumarsono meminta maaf kepada masyarakat, khususnya kepada Cabang Dinas VII Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah dan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming.
"Saya pastikan hal semacam ini tidak terjadi lagi di lingkungan Yayasan Batik," katanya saat ditemui wartawan, Senin (23/08/2021).
Menurutnya, pada awalnya SMK Batik 2 Solo memang sempat berencana untuk memulai sekolah tatap muka pada pekan ini.
Pihak yayasan pada awalnya juga tidak tahu menahu mengenai rencana tersebut. Pihaknya baru mengetahuinya pada akhir pekan lalu.
"Sepertinya itu inisiatif dari kepala sekolah sehingga belum ada koordinasi dengan yayasan, " ucapnya.
Menurut Joko, Yayasan Batik telah membuat surat permohonan maaf ke Pemkot Solo dan Cabang Dinas VII Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah. "Permohonan maaf akan kami sampaikan baik secara tertulis maupun lisan," kata Joko.
Dia memastikan bahwa kepala sekolah akan memperoleh teguran dari pihak yayasan akibat persoalan itu. "Perkara teguran nanti berada di ranah ketua yayasan," kata Joko.
Sebelumnya, rencana SMK Batik 2 Solo menggelar sekolah tatap muka membuat Gibran Rakabuming geram. Sebab, saat ini Kota Solo masih menerapkan PPKM Level 4 sehingga semua sekolah harus menggelar pendidikan secara daring.
Kekesalannya itu diungkapkan dengan cara memarkir mobil dinasnya di depan sekolah pada Sabtu (21/08). Mobil itu dibiarkan menginap di pinggir jalan yang ada di dekat sekolah itu.
(Tara Wahyu)
