Konten Media Partner

Doa Semalam Suntuk Pagar Nusa Untuk Bangsa

Bengawan Newsverified-green

clock
google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Para tamu undangan memberi hadir dan memberi sambutan pada acara ''Mujahadah Akbar Bersama Pagar Nusa Karanganyar dan Deklarasi Dukungan Paslon 01, Ir Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin" pada Kamis (28/02/2018) malam. (Agung Santoso)
zoom-in-whitePerbesar
Para tamu undangan memberi hadir dan memberi sambutan pada acara ''Mujahadah Akbar Bersama Pagar Nusa Karanganyar dan Deklarasi Dukungan Paslon 01, Ir Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin" pada Kamis (28/02/2018) malam. (Agung Santoso)

SOLO - Ribuan anggota Pencak Silat Pagar Nusa Karanganyar melakukan kegiatan doa bersama ''Mujahadah Akbar Bersama Pagar Nusa Karanganyar dan Deklarasi Dukungan Paslon 01, Ir Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin" pada Kamis (28/02/2018) malam. Doa semalam suntuk ini dilakukan doa untuk memenangkan Paslon Jokowi-Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019 April mendatang. Hal ini disampaikan Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul 'Ulama (NU) Kabupaten Karanganyar, K.H. Khusaini Hasan.

"Sekarang adalah tahun politik dan Kyai Sepuh (Ma’ruf Amin) adalah Calon Wakil Presiden Indonesia. Kita harus mengawal Kyai Sepuh sampai jadi wakil presiden.'' tegasnya.

Rangkaian acara digelar sampai larut malam diisi dengan Dzikir Tahlil, Mujahadah Akbar, pengajian hingga pelaksanaan deklarasi. Kegiatan ini dihadiri sekitar 1.500 anggota Pagar Nusa se-Kabupaten Karanganyar. Acara berikutnya dilanjutkan dengan tausiah oleh Kyai Abdul Aziz, atau biasa dikenal dengan “Kyai berambut gondrong”.

Ribuan pesilat dari perguruan Pagar Nusa menghadiri doa bersama untuk mendukung Jokowi-Ma'ruf. (Agung Santoso)

"Pagar Nusa yang merupakan bagian dari warga NU wajib mengawal dan memberikan hak pilih suara kepada Paslon 01 (Jokowi-Ma’ruf ).” tegasnya.

Acara bertajuk ''Mujahadah Akbar Bersama Pagar Nusa Karanganyar dan Deklarasi Dukungan Paslon 01, Ir Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin,''. (Agung Santoso)