EO soal Mahalnya Sewa Stand Sekaten Keraton Solo: Itu Harga Spesial, Diskon 50%
·waktu baca 2 menit

SOLO - Keluhan pedagang soal mahalnya sewa stand Sekaten 2022 di Alun-Alun Utara Keraton Solo, ditanggapi penyelenggara Sekaten. Event organizer (EO) Diana Ria Enterprise selaku pihak ketiga penyelenggara Sekaten menilai, harga sewa stand itu sudah disosialisasikan kepada pedagang.
Penasehat EO Diana Ria Enterprise, Muntohar menyatakan, konsep Sekaten 2022 memang beda dibanding kegiatan serupa sebelumnya.
“Kalau dulu kan awut-awutan, ada tenda di seberang jalan, di sana-sini nggak ada yang mengarahkan. Dari keraton dulu cuma lapak aja. Jadi harusnya stand ukurannya mungkin 3x3 meter dipasang 3x6 meter atau 3x4 meter. Jadi akses jalan-jalan tertutup,” urai Muntohar saat dikonfirmasi.
Penyediaan tenda pedagang oleh EO, disebut Muntohar, menjadi upaya untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung Sekaten.
Soal sewa stand plus tenda yang harganya mencapai Rp 12 juta, kata Muntohar, sebelumnya sudah disosialisasikan kepada pedagang.
“Itu sudah di-ACC, bahkan di situ harganya tidak Rp 12 juta. Ada yang Rp 11 juta, ada yang Rp 10 juta karena (disewa) teman-teman (pedagang) sendiri,” ujarnya.
Ia menyebut, harga sewa stand sudah relatif murah.
“Namanya pedagang itu kan mintanya murah, lokasinya di depan. Ya, nggak bisa dong kita operasional juga besar kok. Itu juga sudah ada kesepakatan sebenarnya, dia itu ngomong (nawar) sendiri. Dari Rp 7 juta turun Rp 5 juta, lalu jadi Rp 3,5 juta, deal oke.”
Muntohar mempersilakan pedagang untuk membandingkan nilai sewa stand Sekaten 2022, dengan stand pameran sejenis.
“Kalau saya pasang dari 9 September-16 Oktober 2022 itu berapa hari? Dikalikan Rp 50 ribu, bayangkan saja. Itu event bukan 1 atau 2 minggu. Jadi tolong pengertiannya,” kata Muntohar.
Muntohar bahkan menjanjikan untuk menyediakan tenda gratis di pelataran Masjid Agung Solo bagi pedagang keliling.
“Sekaten itu kan erat dengan ibu-ibu pedagang gendongan yang jual pecut, telur, kinang. Nah, orang tua-tua itu nanti kami kasih tenda di pelataran masjid, Insya Allah gratis. Dikasih lampu, ditata biar rapi di situ,” terang Muntohar.
(Fernando Fitusia)
