Faktor Genetik, Bocah 2 Tahun di Solo Idap Kanker Mata

SOLO-Seorang balita asal Solo, Evano Farzan Faeyza harus menjalani kemoterapi rutin di rumah sakit tiap pekan lantaran kanker mata yang diidapnya. Diduga menderita penyakit itu berasal dari faktor genetik.
Menurut ibunya, Tri Haryanti, balita itu menderita penyakit retinoblastoma sejak lahir. "Tapi baru diketahui saat dia berusia 3 bulan," katanya saat ditemui di rumahnya yang berada di Bibis Wetan RT 05, RW 21 Kelurahan Gilingan, Solo, Senin (22/03/2021).
Sejak awal, dokter sudah menyarankan agar anaknya menjalani operasi. Hanya saja, Haryanti mengaku saat itu tidak sampai hati lantaran anaknya masih bayi. Dia memilih untuk memberikan pengobatan herbal hingga setahun.
Sayang, pengobatan itu tidak menunjukkan hasil yang memuaskan. Mata Evano terus membesar. Pasangan Heri Widodo-Tri Haryanti lantas membawa anaknya ke RS dr Sardjito Yogyakarta untuk mengobati anaknya.
Selanjutnya, dokter melakukan kemoterapi hingga 5 kali sebelum melakukan operasi. Evano baru bisa menjalani operasi pada November tahun lalu setelah bola matanya mengecil. Rencananya, dia harus terus menjalani kemoterapi tiap pekan. "Hingga 105 pekan," katanya.
Meski telah menjalani kemoterapi dan operasi, satu mata Evano sudah tidak bisa lagi melihat. Bahkan, bola mata yang terkena kanker itu terlepas saat dimandikan ibunya.
Menurut Haryanti, penyakit yang diderita anak ketiganya itu berasal dari faktor keturunan. "Saya sendiri juga terkena kanker mata," katanya. Sedangkan anak keduanya meninggal lantaran mengidap penyakit yang sama.
Sebenarnya, Haryanti sudah mengkhawatirkan kondisi anaknya sejak saat masih berada dalam kandungan. Tapi sayang, saat itu dokter masih belum bisa mendeteksinya. Kondisi mata Evano baru bisa diketahui saat dia lahir dan berusia tiga bulan.
(Fernando Fitusia)
