Gibran Ingin Manfaatkan Pertemuan TIIWG G20 Sebagai Ajang Promosi Produk UMKM
ยทwaktu baca 2 menit

SOLO - Pemkot Solo menyatakan kesiapannya menjadi tuan rumah Working Group dalam pertemuan Trade Industry and Investment Working Group (TIIWG) atau Kelompok Kerja Industri dan Investasi Perdagangan G20, pada 29-31 Maret 2022.
"Ada arahan dari Pak Dirjen, agar sarana dan prasarana disiapkan. Mulai dari airport penjemputan, venue, maupun city tour. Saat ini sudah siap semua," kata Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, usai berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) di Balai Kota Solo, Jumat (25/02/20220).
Ia mengatakan, keberadaan Solo sebagai tuan rumah pertemuan TIIWG G20 itu akan dimanfaatkan untuk menarik investor.
Pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Solo akan digandeng Pemkot Solo, untuk mempromosikan produk-produk unggulan mereka.
"Nanti ada beberapa UMKM yang kami siapkan. Berhubung sistem bubble dan pesertanya tidak bisa keluar hotel (dengan bebas), maka kami yang akan bawa UMKM-nya ke hotel untuk pameran," jelas dia.
Sementara itu Direktur Jenderal (Dirjen) Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag, Djatmiko Bris Witjaksono, mengatakan jika Pertemuan TIIWG G20 tersebut akan diikuti perwakilan 31 negara.
Mereka adalah delegasi dari 20 negara anggota G20 dan 11 negara lain yang menjadi undangan.
"Lalu ada perwakilan organisasi perdagangan, investasi dan industri sekitar 7-10 organisasi. Seperti World Bank, IMF, World Trade Organization dan sebagainya. Jadi kurang lebih ada 40-an perwakilan negara dan lembaga," ungkapnya.
Menurut Djatmiko, Solo dipilih sebagai tuan rumah karena dianggap representatif.
"Solo ini kan titik beratnya di ekonomi dan G20 memang awal terbentuknya untuk pertemuan negara-negara dalam membahas persoalan ekonomi," kata dia.
Djatmiko menjelaskan, Solo akan menjadi tuan rumah 2 kegiatan yang menjadi rangkaian pertemuan anggota G20. Yakni pada Maret dan Juni 2022.
"Pertemuan kedua tanggal 6-9 Juni. Insya Allah bisa menarik investasi, karena isu-isu yang dibahas juga seputar perdagangan, investasi dan industri," tuturnya.
(Tara Wahyu)
