Gibran Rakabuming Akui Solo Ikut Sumbang Pencemaran di Bengawan Solo

Konten Media Partner
9 September 2021 17:43 WIB
·
waktu baca 1 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming
zoom-in-whitePerbesar
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming
ADVERTISEMENT
SOLO-Wali Kota Solo Gibran Rakabuming berjanji akan segera melakukan koordinasi dengan kabupaten di sekitar Kota Solo. Mereka akan mencari solusi atas persoalan pencemaran di Bengawan Solo.
ADVERTISEMENT
Menurut Gibran, persoalan pencemaran Bengawan Solo tidak bisa diselesaikan hanya oleh salah satu daerah.
"Kota Solo tidak bisa sendiri. Harus melibatkan kabupaten di sekitarnya," kata Gibran Rakabuming saat ditemui, Kamis (09/09/2021).
Gibran mengakui bahwa sebagian pencemaran Bengawan Solo berasal dari kotanya. Menurutnya, masih banyak perajin batik yang membuang limbahnya ke anak Bengawan Solo.
Kebanyakan industri batik itu berada di kawasan Laweyan dan Kauman. Mereka membuang limbahnya di Kali Premulung dan Kali Jenes yang mengalir ke Bengawan Solo.
Sebenarnya, di Laweyan sudah tersedia instalasi pengolah limbah (IPAL) komunal. "Di sana sudah ada IPAL komunal tapi tidak digunakan," katanya.
Hanya saja, saat ini yang menjadi persoalan di Bengawan Solo adalah limbah dari industri alkohol atau ciu. Pencemaran itu membuat air sungai tidak layak untuk dijadikan bahan baku air bersih di PDAM Solo.
ADVERTISEMENT
Menurut Gibran, limbah itu berasal dari sentra industri ciu yang berada di Sukoharjo. "Nanti kami akan berkoordinasi dengan Bupati Sukoharjo," katanya.
(Tara Wahyu)