Konten Media Partner

Grebeg Sepasangan Gunung Tandai Puncak Maulid Nabi di Masjid Agung Surakarta

Bengawan Newsverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Peringatan Maulid Nabi ditandai dengan Brebeg Sepasangan Gunung di halaman Masjid Agung, Solo, Sabtu (08/10/2022). FOTO Agung Santoso
zoom-in-whitePerbesar
Peringatan Maulid Nabi ditandai dengan Brebeg Sepasangan Gunung di halaman Masjid Agung, Solo, Sabtu (08/10/2022). FOTO Agung Santoso

SOLO - Memperingati Maulid Nabi Muhammad Keraton Solo kembali menggelar tradisi grebeg di halaman masjid Agung Surakarta, Sabtu (08/10/2022).

Acara yang rutin digelar Keraton Surakarta ini sebagai bentuk rasa syukur raja keraton dan para abdi dalem. Seperti yang diungkapkan Pengageng Parentah Keraton Surakarta, KGPH Dipokusumo. “Sebagai wujud rasa syukur kepada Allah dan Kanjeng Nabi Muhammad,” katanya, Sabtu (08/10/2022).

Lebih lanjut Dipokusumo mengatakan jika tradisi grebeg merupakan salah satu bentuk syiar Islam yang dilakukan oleh Wali Songo. Namun, ada perbedaan dengan jumlah gunungannya.

“Jika zaman dulu jumlah gunungannya ada 12 pasang yang melambangkan 12 Rabiul Awal tapi kalau sekarang hanya sepasang Gunungan Jaler (putra) dan Setri (putri) sebagai simbol sepasang manusia lelaki dan perempuan,” terangnya.

Keraton Surakarta gelar Brebeg Sepasangan Gunung untuk peringati Maulid Nabi, Sabtu (08/10/2022). FOTO: Agung Santoso

Ada arti untuk Gunungan jaler sendiri yang berisi hasil bumi dan buah-buahan mentah. Artinya, seorang suami harus mampu mencari nafkah untuk kebutuhan keluarganya.

Sementara gunungan setri, berisi makanan siap saji. Yang menggambarkan seorang istri. "Harus mampu mengatur hasil dari suami untuk mencukupi kebutuhan keluarga," terangnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Takmir Masjid Agung Surakarta, Muhtarom mengatakan jika sebelum dibagikan kepada masyarakat gunungan akan dibawa ke masjid untuk dilakukan doa bersama. “Harapannya supaya berkah dan bermanfaat,” katanya.

(Agung Santoso)