Konten Media Partner

IDI Sukoharjo Sebut dr Sunardi Cedera Kaki saat Jadi Relawan Gempa 2006

Bengawan Newsverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Antiteror di Sukoharjo, dokter Sunardi. FOTO: Dok Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Antiteror di Sukoharjo, dokter Sunardi. FOTO: Dok Istimewa

SUKOHARJO - Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Sukoharjo, Arif Budi Satria, mengungkapkan jika dokter Sunardi yang ditembak Densus 88 Antiteror Mabes Polri di Sukoharjo, Rabu (09/03/2022) malam, sehari-hari menggunakan tongkat sebagai alat bantu jalan.

Sunardi menggunakan tongkat sejak 2006, usai kecelakaan saat menjadi relawan gempa di Bantul. Kecelakaan itu mengakibatkan kaki Sunardi cedera.

"Tadi saya dapat info dari bapak almarhum. Tahun 2006 (saat) gempa Bantul ia kecelakaan dan kakinya kena becak. Memang cedera di kaki, tapi kaki sebelah mana saya nggak tahu," ungkap Arif saat dihubungi, Sabtu (12/03/2022).

Berdasarkan cerita keluarga yang diperolehnya, Sunardi diketahui masih bisa mengendarai mobil meski mengalami cedera kaki.

embed from external kumparan

"Kalau beraktivitas, betul dia menggunakan alat bantu. Tapi kalau menyetir mobil, orang polio juga bisa menyetir karena posisinya duduk ya," terang dia.

Dari keterangan keluarga yang diterima Arif pula, diketahui jika saat ditangkap Densus 88 Antiteror, Sunardi tengah mengendarai mobilnya seorang diri.

“Info dari keluarga (menyetir) sendiri (saat kejadian).”

Mengenai kegiatan Sunardi di luar keanggotaannya dalam organisasi IDI, Arif mengaku tidak tahu. Menurutnya, kegiatan sosial Sunardi merupakan ranah pribadi.

"Aktivitas di (IDI) Sukoharjo tahu. Di luar itu kita nggak tahu," tegasnya.

Sebelumnya, Sunardi ditangkap Densus 88 Antiteror Mabes Polri di Sukoharjo, Rabu (09/03/2022) malam.

Dalam penangkapan tersebut, Sunardi tewas usai aparat melakukan tindakan tegas dan terukur.

Jenazah Sunardi telah dimakamkan di Polokarto, Sukoharjo, pada Kamis (10/03/2022) malam.

(Tara Wahyu)