Jamu Cekok, Pengobatan Tradisional Khusus Balita di Solo

SOLO - Di kalangan masyarakat luas saat ini, Jamu Cekok mungkin telah menjadi istilah yang awam. Namun tidak dengan warga Solo, mereka percaya bahwa Jamu Cekok bisa membuat balita jadi sehat dan nafsu makannya bertambah.
Jamu Cekok dapat ditemukan di Wonosaren, Jagalan, Surakarta. Pemiliknya bernama Cristiani yang sudah bergelut dalam bisnis kedai jamu selama puluhan tahun.
Setiap paginya, kedai Jamu Cekok miliknya selalu ramai dikunjungi, bahkan sejak jam 8 pagi. Warga tampak sabar mengantre, sementara Cristiani dengan telaten memberikan Jamu Cekok kepada para balita yang rata-rata tampak menangis ketakutan. Sebelum diberi jamu, Cristiani memijat dahi bayi terlebih dulu dan membacakan doa.
"Kalau anaknya mudah diberi jamu kita suapin tapi kalau setelah diminumkan dikeluarkan lagi di cekok balitanya. Setelah itu kotoran bisa keluar semua," ujar Cristiani.
Namun sayangnya, Jamu Cekok ini hanya dijual setiap hari Rabu, sedangkan untuk hari lainnya Cristiani menjual jamu untuk orang dewasa. Jamu Cekok miliknya ini juga tak lepas dari usaha sang ibu yang kini ia teruskan. Karena selama ini, Jamu Cekok milik keluarganya sudah diminati dari warga Solo dan sekitarnya.
Bahkan, banyak warga dari luar kota, seperti Karanganyar dan Sragen, yang datang ke tempat tersebut untuk mengobati anaknya. Hal menarik dari Jamu Cekok ini adalah bahan bakunya yang terdiri dari 50 bahan alami yang lalu dicampurkan. Setelah dijadikan satu, bahan-bahan tersebut lalu ditumbuk.
"Ada sekitar 50 bahan dasar yang digunakan untuk membuat Jamu Cekok, seperti daun pepaya, daun sembukan, daun kapulaga, cengkih. Kalau sudah ditumbuk jadi satu sebagai bahan utamanya," terang Cristiani, Rabu (28/8).
Kuning telur juga dicampurkan sebelum jamu diminumkan ke balita. Kuning telur, kata Cristiani, bermanfaat untuk menambah stamina si bocah. Ini yang juga membuatnya hanya buka seminggu sekali, karena bahannya banyak dan sukar dicari.
Dibantu dengan tiga karyawan, Cristiani selalu berhasil membuat anak-anak mengeluarkan dahak. Hal itu menjadi salah satu kelegaan dirinya selama berprfofesi sebagi penjual jamu. Ke depannya, Cristiani sudah menyiapkan pengganti untuk mewarisi jamu cekok yaitu sang anak.
Salah seorang warga Palur, Gama (30), rela pagi-pagi datang ke Jagalan untuk mengobati sang putri yang sudah beberapa hari mengalami batuk pilek. Setelah dicekoki jamu, dahaknya pun bisa keluar.
"Tega enggak tega, dari pada lihat anak setiap malam susah napas," ungkapnya.
Gama sendiri juga meneruskan tradisi ini dari ibunya, yang sejak dia kecil sering dibawa ke Jamu Cekok. Bahkan hingga kini, sang putri juga dibawa ke tempat langganannya sejak kecil itu.
(Tara Wahyu)
