Ki Warseno Slank, Satu-satunya Dalang dengan Gelar Doktor

Konten Media Partner
9 November 2022 21:01
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ki Warseno Slank menjadi satu-satunya dalang di Indonesia yang bergelar doktor. FOTO: Fernando Fitusia
zoom-in-whitePerbesar
Ki Warseno Slank menjadi satu-satunya dalang di Indonesia yang bergelar doktor. FOTO: Fernando Fitusia
ADVERTISEMENT
SOLO - Ki Warseno Slank menjadi dalang satu-satunya di Indonesia yang mengantongi gelar doktor setelah berhasil melalui ujian disertasi pada Rabu (09/11/2022) di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Warseno berhasil meraih gelar doktor setelah sebelumnya melakukan penelitian mengenai profesi dalang.
ADVERTISEMENT
Joko Suharjanto, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS mengatakan Warseno menjadi satu-satunya dalang dengan gelar doktor, disertasi yang diambil Warseno Slank juga cukup menarik dan belum pernah ada sebelumnya.
"Di antara para dalang, baru Ki Warseno yang bergelar doktor. Penelitiannya tentang akuntabilitas dalang dalam pagelaran wayang kulit. Menarik, karena belum ada yang meneliti, harapan saya itu bisa menjadi semacam rujukan jika nantinya ada yang meneliti mengenai dalang dan wayang," katanya.
Dari disertasi yang dibuat Warseno, dapat disimpulkan bahwa seorang dalang harus berakuntabilitas kepada Tuhan, manusia, alam, dan kesejahteraan.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Jadi seorang dalang harus menjamin kesejahteraan bagi stakeholder yang menyertainya. Itu kesimpulan dari disertasinya menelurkan sebuah konsep atau teori yang bernama catur dharma," lanjutnya.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, Ki Warseno Slank beranggapan bahwa belajar menjadi lebih penting dan tidak ada batas waktu jika memiliki niatan. "Akuntabilitas itu maksudnya ke depan dalang harus mempunyai tanggung jawab. Dampak sebagai dalang itu besar karena fungsinya sebagai agen perubahan," jelas dia.
Bahkan menurut Warseno tuntutan bagi dalang ke depan akan lebih berat. Mereka dituntut mahir dalam penggunaan teknologi, mengetahui perkembangan situasi terkini dan harus bisa menyampaikan serta mengambil hikmah dari suatu peristiwa.
"Belajar apapun itu untuk mengimbangi kemampuan seseorang. Apalagi dengan perkembangan informasi yang sedemikian cepat. Kalau dalang tidak mengikuti perkembangan akan hilang, akan musnah. Dalang itu yang diucapkan bisa dilakukan," paparnya.
(Fernando Fitusia)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020