Konten Media Partner

Kisah Bang Jack, Dulu Ahli Meracik Bom, Sekarang Jago Meracik Soto

Bengawan Newsverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Joko Tri Harmanto, mantan terpidana kasus terorisme yang pernah terlibat dalam kasus Bom Bali I
zoom-in-whitePerbesar
Joko Tri Harmanto, mantan terpidana kasus terorisme yang pernah terlibat dalam kasus Bom Bali I

SUKOHARJO-Warung Soto Bang Jack berada di tengah perkampungan di daerah Tangkil Baru, Kelurahan Manang, Kecamatan Grogol, Sukoharjo. Tempat makan itu selalu ramai pembeli terutama pada pagi hari.

Soto racikan Bang Jack memang cocok di lidah. Demikian pula dengan sajian teh hangatnya yang menawarkan perpaduan rasa manis dan sepat, cocok untuk lidah warga Solo dan sekitarnya.

Siapa sangka, Bang Jack yang memiliki nama asli Joko Tri Harmanto itu punya keahlian lain, yaitu merakit bom. Keahlian itu pernah membuatnya harus mendekam di penjara selama 4,5 tahun lantaran terlibat aksi terorisme Bom Bali I.

"Saya sekarang sudah tidak berkecimpung di dunia itu lagi," kata Bang Jack saat ditemui di warungnya, Rabu (17/03/2021). Kecintaannya kepada keluarga membuat pria yang jago di bidang elektronik itu bertekad menjalani kehidupan baru sekeluarnya dari penjara.

Seusai menjalani hukuman, Bang Jack bekerja di sebuah restoran di Solo. Keahliannya dalam bidang kuliner terasah. Di tempat itu, dia juga bertemu dengan masyarakat dari berbagai kalangan sehingga membantunya menghilangkan sikap radikalnya.

Bekas terpidana terorisme, Joko Tri Harmanto kini menjadi penjual soto

Setelah merasa cukup mampu, pria yang juga dikenal dengan nama Jack Harun itu mencoba hidup mandiri dengan membuka usaha angkringan. Namun usaha itu tidak bertahan lama dan gulung tikar.

Dia belum menyerah. Kali ini, dia mencoba merintis sebuah warung soto, tidak jauh dari rumahnya. Usahanya ini cukup beruntung. Banyak pembeli yang cocok dengan bumbu racikan Bang Jack. Warungnya semakin ramai.

"Saat ini bagi saya lebih mudah meracik bumbu soto daripada meracik bom," kelakar pria yang pernah dekat dengan DR Azahari dan Noordin M Top itu.

Selain membuka warung soto, Bang Jack dan istrinya juga membuat bisnis konveksi kecil-kecilan. Seperti warungnya, usaha itu juga berjalan cukup lancar. Banyak masyarakat yang menyukai baju muslim yang dirancangnya.

Sukses dalam membangun usaha, Bang Jack tidak melupakan kawan-kawannya yang lain yang pernah menjalani hukuman lantaran kasus terorisme. Dia pun mendirikan Yayasan Gema Salam. Yayasan itu dibentuk untuk mengajak para eks narapidana terorisme untuk ikut berkiprah dalam pembangunan dan setia kepada NKRI.

(Tara Wahyu)