Kisah Tri, Penjual Kerupuk asal Klaten Nabung 28 Tahun demi Naik Haji

BOYOLALI - Hanya bekerja sebagai penjual kerupuk karak keliling tak menyulutkan semangat Tri Darini (53 tahun) untuk melaksanakan ibadah haji. Dengan raut wajah gembira, warga asal Dusun Karang Wetang RT 002 RW 003 Desa Sribit, Delanggu, Klaten, ini tiba di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, dan siap berangkat menjalankan rukun Islam yang ke 5 tersebut.
Berkat usaha dan kerja kerasnya selama 28 tahun berjualan kerupuk, Tri rutin menyisihkan uang Rp 5 ribu per hari untuk dapat mewujudkan keinginannya menjalankan ibadah haji. Rasa syukur selalu ia ucapkan ketika ditemui awak media pada Selasa (9/7/2019).
"Alhamdulillah, Allah Maha Besar. Sekarang saya bisa berangkat haji tahun ini," ujar Tri Darini.
Di sela-sela kegiatan di asrama, Tri Darini menceritakan sedikit kisah hidupnya. Ia mendapat pesan dari ayahnya yang sudah meninggal untuk bisa melaksanakan ibadah haji. Sebelum Ayahnya meninggal tahun 2006, beliau berpesan bahwa Tri harus bisa berangkat ke tanah suci.
Dari situlah Tri Darini semakin giat menabung dengan mengumpulkan uang dari hasil jualannya. Penghasilannya dari jualannya pun tidak banyak, hanya berkisar Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu per harinya. Setiap hari sebelum subuh, Tri Darini sudah mulai menyiapkan dagangan kerupuk yang diambil dari produsen lain untuk ia jajakan menggunakan sepeda ontel.
Penantian selama 28 tahun itu akhirnya membuahkan hasil. Tahun 2011, Tri Darini memberanikan diri untuk mendaftar haji atas perintah sang kakak dengan uang seadanya, yakni Rp 25 juta. Sedangkan sisanya ia tutup dengan menjual sapi.
"Bapak naik haji, terus saudara-saudara saya yang PNS juga naik haji. Itu menambah tekad dan motivasi saya untuk bisa berangkat haji," ungkap Tri Darini.
Saat nanti tiba di tanah suci, Tri Darini hanya meminta diberi kesehatan dan kelancaran untuk keluarganya. Kini, impian Tri Darini untuk melaksanakan ibadah haji akan terwujud bersama jemaah lainnya yang berada di kloter 10 dari Klaten, Jawa Tengah. Tri Darini dan rombongan kloter 10 dijadwalkan berangkat pada hari Rabu (10/7/2019). (Tara Wahyu N.V.)
