Kronologi Terkurungnya Putri PB XIII di Keraton Solo

SOLO-Salah satu putri Paku Buwana XIII, GKR Timoer Rumbai mengaku terkurung di dalam kompleks Keraton Kasunanan Solo. Dia membeberkan asal muasal kejadian yang membuat dia terkurung di dalam keraton.
Saat dihubungi melalui telepon seluler, GKR Timoer mengatakan peristiwa itu berawal saat dia melihat mobil yang diketahuinya milik salah satu pejabat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) parkir di depan keraton pada Kamis (11/02).
Timoer bersama bibinya, GKR Wandansari lantas masuk ke dalam keraton agar bisa bertemu dengan pejabat itu. "Menanyakan audit penggunaan dana yang diterima keraton," kata Timoer, Jum'at (12/02).
Hanya saja, pejabat tersebut saat itu tengah memasuki bagian keraton yang bernama Sasana Putra. Timoer bersama Wandansari dan beberapa abdi dalem berusaha mengikutinya. Namun, usaha itu gagal lantaran akses menuju Sasana Putra tiba-tiba ditutup dan dikunci.
Mereka lantas mencari jalan lain melalui kawasan Keputren. Namun, saat berada di Keputren, semua akses ditutup dan dikunci dari luar. GKR Timoer menyebut mereka terkurung di tempat tersebut dan tidak bisa keluar. Hingga Jum'at malam mereka masih berada di tempat tersebut.
Selama ini, GKR Timoer memang dikenal cukup dekat dengan kubu Lembaga Dewan Adat yang dipimpin oleh GKR Wandansari. Kubu itu berseberangan dengan kelompok PB XIII yang menjadi penguasa di keraton itu.
Terpisah, kubu Paku Buwana (PB) XIII mengaku tidak tahu menahu mengenai adanya kerabat yang terkurung di dalam bangunan keraton. Apalagi, salah satu kerabat yang mengaku terkurung adalah putri PB XIII, GKR Timoer.
Kuasa hukum PB XIII Ferry Firman Nurwahyu mengatakan pihaknya terkejut saat mendengar kabar adanya postingan di akun Instagram milik GKR Timoer yang mengaku terkurung di dalam keraton. "Kenapa tidak justru berkomunikasi dengan kami," katanya mempertanyakan.
Menurut Ferry, setiap orang yang masuk ke keraton, khususnya Sasana Putra harus mendapat izin dari PB XIII. Selanjutnya, petugas keraton akan memberikan pengawalan sejak tamu masuk hingga nantinya keluar. "Jika masuknya sesuai prosedur, tidak mungkin akan terkurung," kata pengacara itu.
Dia juga heran saat ada kerabat dekat kerajaan yang mengaku bisa terkunci dan terkurung di dalam keraton. "Di dalam keraton itu banyak jalur-jalur tikus yang hanya diketahui oleh keluarga dekat saja," katanya.
(Agung Santoso)
