News
·
20 Oktober 2020 21:08

Kuliner Ayam Penyet Surabaya Dinobatkan Jadi 'The Most Promising Brand'

Konten ini diproduksi oleh Bengawan News
Kuliner Ayam Penyet Surabaya Dinobatkan Jadi 'The Most Promising Brand' (111024)
Kuliner ayam penyet Surabaya di bawah naungan Wong Solo Group milik pengusaha kuliner asal Solo, Puspo Wardoyo dinobatkan jadi The Most Promising Brand oleh Majalah Franchise Indonesia, Selasa (20/10)
SOLO - Kuliner ayam penyet Surabaya di bawah naungan Wong Solo Group milik pengusaha kuliner asal Solo, Puspo Wardoyo dinobatkan jadi The Most Promising Brand oleh Majalah Franchise Indonesia, Selasa (20/10). Penobatan ini disampaikan secara daring melalui live Instagram Majalah Franchise kepada Puspo Wardoyo.
ADVERTISEMENT
Dalam paparannya secara live, merek kuliner ayam penyet Surabaya dianggap mampu bertahan di waktu yang cukup lama, bahkan di saat pandemi seperti sekarang ini.
Selain itu jaringan kuliner ayam penyet Surabaya hampir ada di seluruh pelosok nusantara dan telah menjadi pelopor ayam penyet di Indonesia.
"Ayam penyet Surabaya ini mampu mempertahankan prestasinya sebagai top waralaba market leader dan kini terpilih kembali sebagai The Most Promising Brand," terang Moch Zaziri, Pemimpin Redaksi Majalah Franchise Indonesia.
Selain penobatan kuliner ayam penyet Surabaya sebagai The Most Promising Brand. Dalam acara bincang bisnis tersebut, Puspo Wardoyo juga membagikan kiat-kiat bisnis ayam penyet Surabaya menjadi pengusaha pasar di Indonesia.
"Ayam penyet Surabaya itu dibuka dari outlet yang ada di Yogyakarta pada tahun 2000. Di sana ada menu best seller ayam pedas, di situ banyak orang yang suka. Sampai-sampai ada orang yang sakit flu, sembuh karena rasanya yang pedas," terang Puspo Wardoyo.
ADVERTISEMENT
Melalui keyakinannya pada menu ayam penyet Surabaya itulah dirinya mulai memberanikan diri membuka cabang di kota-kota lain. Seperti salah satu cabang yang dibukanya pertama kali di Kota Medan.
Kuliner Ayam Penyet Surabaya Dinobatkan Jadi 'The Most Promising Brand' (111025)
Dalam acara bincang bisnis tersebut, Puspo Wardoyo juga membagikan kiat-kiat bisnis ayam penyet Surabaya menjadi penguasa pasar di Indonesia
Namun karena cabai yang ada di kota medan warnanya hijau-hijau dan rasanya pahit. Dirinya kemudian mengambil cabai dari kota surabaya yang kemudian menjadi sebuah nama ayam penyet Surabaya tersebut.
Puspo menambahkan kelebihan ayam penyet Surabaya ini dibandingkan dengan ayam penyet lain adalah terletak di sambalnya
"Cabai diayam penyet Surabaya itu beda dengan yang lainnya. Jadi ayam penyet Surabaya ini memakai sambel bawang goreng. Semua pakai sambel bawang goreng mulai dari ayam geprek dan ayam penyet," imbuhnya.
Di akhir pembahasan mengenai ayam penyet Surabaya, dirinya menceritakan tentang segmen yang dibidiknya mulai dari segmen anak muda dan juga menengah ke bawah.
ADVERTISEMENT
"Kita mengambil segmen di anak muda dan menengah ke bawah. Segmennya itu kita bentuk mulai dari dekorasi dan layout rumah makannya agar kelihatan lebih rileks, jadi orang masuk enggak akan takut," jelasnya.
Melalui hal tersebutlah ayam penyet Surabaya banyak mendapatkan investor yang bergabung menjadi mitra. (Fernando Fitusia)