Konten Media Partner

Lahir Tanpa Tempurung Kepala, Bayi Naufal Asal Solo Butuh Uluran Tangan

Bengawan Newsverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pasangan Syarrifudin dan Ayu Endang merawat bayinya yang lahir tanpa memiliki tempurung kepala
zoom-in-whitePerbesar
Pasangan Syarrifudin dan Ayu Endang merawat bayinya yang lahir tanpa memiliki tempurung kepala

SOLO-Bayi asal Kota Solo, Muhammad Arkan Naufal Hidayatullah ini lahir dalam kondisi kurang beruntung. Pada 22 Februari kemarin, bayi malang ini lahir dengan kondisi tanpa tempurung kepala.

Kedua orang tuanya kini juga tidak bisa bekerja karena harus merawatnya siang dan malam. Mereka hanya bisa menunggu keajaiban agar bayi Naufal bisa tetap bertahan.

Ayah Naufal, Syarifudin Hidayatullah mengatakan bayinya lahir di Rumah Sakit Brayat Minulya Solo melalui operasi caesar. "Saat itu tidak dimungkinkan kelahiran normal lantaran mata istri saya minus cukup besar," katanya.

Saat bayinya lahir, mereka harus menerima kenyataan bahwa bayinya tidak memiliki organ tubuh yang lengkap. Bayinya tidak bisa ditimang seperti bayi pada umumnya lantaran tidak memiliki tempurung kepala.

Meski demikian, Syarifudin dan istrinya, Ayu Endang Pujiati tetap membawa pulang bayinya ke rumahnya yang berada di Sidorejo RT 01 RW 01, Mangkubumen, Banjarsari, Solo.

Syarifudin yang bekerja sebagai guru lepas itu terpaksa meninggalkan pekerjaannya agar bisa merawatnya. Untuk pengobatan dan hidup sehari-hari, keluarga itu mengandalkan bantuan dari keluarga dekatnya.

Pasangan Syarrifudin dan Ayu Endang merawat bayinya yang lahir tanpa memiliki tempurung kepala

Menurut Syarifudin, dokter menyebut peluang bayinya untuk bisa bertahan sangat kecil. Namun, dia tidak menyerah. "Saya berharap ada keajaiban," katanya. Dia berjanji akan terus menjaga dan merawat anak keduanya itu.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari rumah sakit, bayinya menderita penyakit yang dinamakan anencephaly. Diduga, penyakit itu berasal dari paparan virus pada saat bayi masih berada dalam kandungan. "Kebetulan lingkungan rumah memang agak kotor, banyak tikus," katanya.

(Fernando Fitusia)