Konten Media Partner

Mantan Aktivis ‘98 Solo Minta JoMan Tidak Baper soal Pelaporan Gibran ke KPK

Bengawan Newsverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Putra Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep, yang dilaporkan dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedillah Badrun ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). FOTO: Agung Santoso
zoom-in-whitePerbesar
Putra Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep, yang dilaporkan dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedillah Badrun ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). FOTO: Agung Santoso

SOLO - Mantan aktivis ‘98 asal Solo, Farid Umar Assegaf, menyatakan dukungannya terhadap dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedillah Badrun yang melaporkan Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Farid juga meminta relawan Jokowi Mania (JoMan) untuk tidak baper dan melaporkan balik Ubedillah ke polisi.

Nggak usah baper, nggak usah marah. Ini (pelaporan Gibran dan Kaesang oleh Ubedillah) hak warga negara yang dijamin Pasal 28 UUD 1945. Semua warga negara berkedudukan sama di mata hukum,” tegas Farid, Rabu (26/01/2022).

Ia mengaku siap mengawal penanganan laporan Ubedillah tersebut.

embed from external kumparan

"Kami juga akan melibatkan masyarakat untuk mengawal langkah Ubedilah, dalam upaya pemberantasan KKN.”

Bahkan seandainya Ubedilah ditangkap polisi, Farid mengklaim siap menggelar aksi dukungan bagi dosen UNJ yang juga mantan aktivis ‘98 itu.

Ia menegaskan, Reformasi 1998 telah mengamanatkan bahwa pemberantasan KKN tidak pandang bulu.

"Mau anak presiden, mau anak siapa, kita tidak peduli. Tunjukkan ke semua masyarakat bahwa bisnis Gibran dan Kaesang itu tidak berbau KKN. Tunjukkan,” tandasnya.

Farid pun menuding banyak kejanggalan dalam bisnis yang digeluti Gibran dan Kaesang.

"Masak anak baru lulus kuliah sudah mempunyai kekayaan seperti itu. Kalau dia (Gibran dan Kaesang) mau membuktikan kekayaan murni, uang murni, ya tunjukkan,” tegas dia.

(Tara Wahyu)