Konten Media Partner

Masjid dan Gereja Bersebelahan di Solo, Sejuknya Toleransi saat Natal

Bengawan Newsverified-green

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gereja dan masjid bersebelahan menjadi simbol toleransi di Kota Solo
zoom-in-whitePerbesar
Gereja dan masjid bersebelahan menjadi simbol toleransi di Kota Solo

SOLO-Masjid Al Hikmah dan Gereja Kristen Jawa (GKJ) Joyodiningratan yang berada di Serengah, Solo, simbol sikap saling toleransi. Di Hari Natal yang kebetulan jatuh di Hari Jum'at ini, dua tempat ibadah yang lokasinya berdampingan itu mengedepankan sikap saling menghormati.

Kehidupan saling toleransi itu telah dikembangkan sejak puluhan tahun silam. Komitmen untuk terus hidup rukun dan berdampingan diabadikan dalam sebuah tugu dan prasasti yang menjadi pembatas dua tempat ibadah itu.

Hari Natal yang jatuh di Hari Jum'at membuat sikap saling menghormati itu terlihat nyata. Takmir Masjid Al Hikmah, Muhammad Nasir Abu Bakar, mengatakan mengurasi durasi azan yang dikumandangkan. "Azan yang biasanya 5 menit dikurangi menjadi 3 menit saja," katanya, Jum'at (25/12/2020).

Bukan hanya durasi azan yang dipercepat. Mereka juga mengurangi volume alat pelantang suara yang digunakan. Meski demikian, azan yang dilantunkan tetap tidak kehilangan fungsi untuk menunjukkan penanda masuk waktu salat.

Sementara itu, Wisnu Bayu Aji selaku petugas di GKJ Joyodiningratan mengatakan untuk kebaktian dilaksanakan pada pagi hari pukul 07.00 wib dan 09.00 wib pagi. Acara tersebut sudah selesai sebelum waktu Salat Jum'at tiba. "Ibadah dilakukan secara online sejak pandemi Covid-19."Katanya.

Selama ini, lanjutnya, komunikasi pengurus di dua tempat ibadah selalu terjalin dengan cukup intensif. Menurutnya, sikap toleransi tidak hanya terjalin di tingkatan pengurus namun juga berkembang dengan baik di tingkat warga di sekitar tempat ibadah itu.

(Tara Wahyu)