Pedagang Pasar Kawasan Purwosari Dipindah

SOLO - Penutupan arus jalan depan Stasiun Purwosari berdampak pada penutupan pedagang pasar malam di Purwosari. Menyusul penutupan ini untuk pembangunan flyover Purwosari Solo hingga 3 Desember 2020. Hal ini disampaikan Kabid PKL Dinas Perdagang Kota Solo, Didik Anggoro, ketika dikonfirmasi Kamis (6/2).
"Dampak penutupan ini pada pedagang pasar dan pedagang malam atau pedagang kaki lima yang buka di malam hari," jelasnya.
Pedagang pasar tradisional kawasan Purwosari ini berjualan disisi kantor selular ketika pagi. Sedangkan sejak awal telah disampaikan atau sosialisasi kepada para pedang serta warga sekitar. Kemudian pedagang malam sepanjang jalan depan pasar telah dipindahkan ke bekas lahan SPBU Pasar Jongke sebanyak 56 pedagang.
"Pedagang malam ini terdiri dari pedagang distro senggek atau penjual topi dan tas. Kemudian penjual kaos segala aksesoris pakaian," jelasnya.
Pembangunan flyover Purwosari dengan dilakulan penutupan jalan dimulai pada, Rabu (5/1). Perlintasan jalan menuju kawasan Purwosari ditutup untuk kendaraan. Jalan utama yakni Jalan Slamet Riyadi yang menjadi pusat jalan dialihkan ke beberapa tempat seperti arah Terminal Tirtonadi menuju Kartasura melawati Manahan-Tugu Wisnu kemudian ke barat lewat Tugu Makhuta. Jalur lain seperti jalur dari Jalan Bayangkara ke arah Kartasura melewati Jalan Radjiman hingga underpass Makamhaji. Sedangkan dari arah barat Kleco atau Colomadu diwajibkan melewati perempatan Fajar Indah menuju flyover manahan. Sedangkan dari Kartasura ke Wonogiri kendaraan melewati underpass Makamhaji menuju jalan Radjiman. Hal ini disampaikan Akmad Cahyadi, selaku Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah VII.
"Pembangunan flyover Purwosari didasari perlintasan yang berada di Jalan Slamet Riyadi itu tidak sebidang," jelasnya.
(Agung Santoso)
