Pewaris Takhta Pura Mangkunegaran Masih Misteri, Anak dan Cucu Punya Peluang
ยทwaktu baca 3 menit

SOLO-Kerabat Pura Mangkunegaran, Kota Solo, hingga saat ini belum mengumumkan nama penerus yang menggantikan Mangkunegara IX yang wafat Agustus lalu. Di luar tembok keraton muncul beberapa spekulasi yang berkembang.
Pengamat sejarah dan budaya asal Boyolali, R Surojo mengatakan bahwa Mangkunegaran tidak memiliki pola yang pasti mengenai masalah suksesi. Pewaris takhta akan ditentukan oleh hasil pembicaraan bersama di internal keluarga.
"Tidak mutlak dari putra mahkota Mangkunegara yang sebelumnya," kata dia, Minggu (24/10/2021).
Da mencontohkan, Mangkunegara I saat wafat digantikan oleh cucunya yang bertahkta sebagai Mangkunegara II. Kemudian, Mangkunegara III dan Mangkunegara IV adalah sama-sama cucu dari Mangkunegoro II.
"Perubahan pola terjadi di suksesi Mangkunegara V, yang dijabat oleh anak dari Mangkunegara IV, " katanya.
Lantaran wafat di usia muda, dan anaknya masih belum cukup umur, Mangkunegara V digantikan oleh adik kandungnya yang bertakhta sebagai Mangkunegara VI.
Dia mengatakan pola ini sengaja dibuat agar kepemimpinan di Mangkunegaran bisa disesuaikan dengan kebutuhan zaman, bukan oleh kepentingan kelompok.
Kondisi ini menurutnya membuat publik tidak bisa menebak mengenai pewaris yang nantinya akan bertakhta sebagai Mangkunegara X.
Selama ini, dua anak Mangkunegara IX dari istri yang berbeda disebut-sebut sebagai kandidat terkuat untuk melanjutkan gelar sebagai Mangkunegara IX. Keduanya adalah GPH Paundrakarna Sukmaputra Jiwanegara dan GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo.
Belakangan, nama kerabat Mangkunegaran lain juga mulai diperbincangkan dan dianggap memiliki peluang yang cukup kuat. Dia adalah KRMH Roy Rahajasa Yamin, cucu dari Mangkunegara VIII.
Senada, ahli sejarah dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Tundjung W Tirto juga mengatakan bahwa suksesi di Pura Mangkunegaran memiliki banyak pola. Pewaris takhta bisa berasal dari anak, cucu maupun saudara kandung.
"Namun hasil final akan tergantung pada keputusan keluarga inti," kata dia, Sabtu (23/10/2021).
Penguasa yang tengah bertakhta sebenarnya juga bisa menunjuk keturunannya untuk menjadi pengganti, pada saat masih hidup. Dia berkaca dari sejarah suksesi dari Mangkunegara I ke Mangkunegara II.
"Sebelum turun tahta, sudah menunjuk cucunya, untuk calon penerus tahta Pura Mangkunegaran," katanya.
Berdasarkan informasi dari lingkar dalam Pura Mangkunegaran, saat ini keluarga tengah berembug untuk membicarakan masalah pewaris takhta. Diantaranya adalah permaisuri Mangkunegara IX, Gusti Kanjeng Putri (GKP) Prisca Marina Yogi Supardidan.
Selain itu masih ada Bendara Raden Ajeng (BRAj) Retno Satuti Rahadian Yamin dan BRAj Retno Rosati Hudiono Kadarisman. Keduanya merupakan saudara kandung dari mendiang Mangkunegara IX.
"Tinggal tiga itu. Permaisuri dan Ibu Satuti dan Ibu Rosati yang merupakan saudara kandung almarhum (Mangkunegara IX)," kata sumber tersebut.
(Agung Santoso)
