Konten Media Partner

Polresta Solo Tindaklanjuti Keluhan Pengunjung Sekaten, Cek Langsung Lokasi

Bengawan Newsverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Salah satu pedagang menceritakan tentang pengamen di area Sekaten Solo yang tidak memaksa kepada Wakapolresta Solo, AKBP Gatot Yulianto. FOTO: Agung Santoso.
zoom-in-whitePerbesar
Salah satu pedagang menceritakan tentang pengamen di area Sekaten Solo yang tidak memaksa kepada Wakapolresta Solo, AKBP Gatot Yulianto. FOTO: Agung Santoso.

SOLO- Menindaklanjuti berbagai keluhan pengunjung Pasar Malam Sekaten, Solo, Wakil Kapolresta Solo, AKBP Gatot Yulianto meninjau langsung lokasi pada Rabu (21/09/2022) malam.

Mulanya Gatot mengecek tarif parkir yang dikeluhkan pengunjung tidak sesuai dengan yang ditentukan Rp. 3.000 untuk sepeda motor dan Rp. 5.000 untuk mobil, namun hal tersebut tidak terbukti.

"Keluhan masyarakat tarifnya sampai Rp.10.000 per mobil. Setelah kami cek tarifnya sesuai," terangnya.

embed from external kumparan

Sedangkan bagi kendaraan dan helm yang hilang, Gatot mengatakan jika pihak petugas parkir wajib untuk mengganti kehilangan sesuai nilai maupun jenis barang yang hilang tersebut. Seperti yang telah diatur dalam Putusan Mahkamah Agung No. 2078/K/Pdt/2009.

"Ini kami tekankan pada pengelola parkir, jangan sembarang menjaga keamanan," tegasnya.

Untuk pengamen sendiri Gatot pastikan sudah tidak ada setelah dirinya berbincang dengan pedagang dan pengunjung. Sedangkan masalah sampah, Gatot menilai masih dalam batasan wajar.

Mantan Kapolres Brebes itu juga memberikan edukasi keselamatan kepada pemilik wahana. "Kami menekankan kepada pemilik wahana permainan untuk memastikan keamanan dan mementingkan keselamatan pengunjung," ujarnya.

Guna menjaga kelancaran dan keamanan, Gatot mengatakan Polri menempatkan petugas di beberapa titik. Secara rinci ada 100 personel dan ada penambahan 50 personel saat weekend atau hari libur.

" Khusus malam minggu kami turunkan personel gabungan dari Polri dan TNI," terangnya.

(Agung Santoso)