Prostitusi Gay di Solo Terbongkar, Sosiolog UNS: Praktik Ini Jarang Terungkap
ยทwaktu baca 1 menit

SOLO-Kepolisian Daerah Jawa Tengah membongkar praktik prostitusi gay berkedok layanan pijat di Kota Solo pada akhir pekan lalu. Sosiolog Universitas Sebelas Maret (UNS) Argyo Demartoto mengatakan praktik prostitusi gay selama ini cukup sulit terungkap.
"Karena yang masuk dalam komunitas ini sangat tertutup dan kalangan tertentu saja. Sehingga jarang sekali bisa terungkap," kata Argyo saat ditemui, Selasa (28/09/2021).
Menurutnya, komunitas gay di Kota Solo sudah mulai terorganisir sejak satu dekade silam. Komunitas ini juga berjejaring dengan komunitas serupa di luar kota.
Besarnya kebutuhan seksual yang menyimpang dari komunitas tersebut lantas memicu munculnya bisnis untuk memenuhi kebutuhan itu. Beberapa pihak mulai mengkomersilkan layanan untuk pemenuhan kebutuhan kaum gay.
"Alasan komersial inilah yang membentuk prostitusi tersebut," kata Argya.
Dalam praktiknya, mucikari dalam bisnis esek-esek di kalangan gay menyediakan pekerja sesuai dengan orientasi pelanggannya. Sebagian berperan sebagai pria, sebagian lagi berperan sebagai wanita.
Menurut Argya, sebenarnya perkembangan teknologi saat ini telah mempermudah kaum gay dalam mencari pasangan. Beberapa aplikasi untuk mencari pasangan sesama jenis di smartphone bermunculan.
"Tapi saya kurang tahu perkembangannya, apakah aplikasi ini masih aktif atau di-take down oleh pemerintah," katanya.
(Agung Santoso)
