Putra Almarhum Didi Kempot Launching Lagu Pertama Berjudul ‘Pepujaning Ati’
SOLO - Putra Alm. Didi Kempot bernama Staso Prasetyo dari istri kedua, Dian Ekawati, meluncurkan lagu pertamanya yang berjudul ‘Pepujaning Ati’ di RM Bebek Goreng Pak Kabul Kartasura, Minggu (07/06/2020).
Menurut Staso, lagu yang diciptakannya itu berawal dari tantangan sang ayah Didi Kempot yang memintanya untuk menulis sebuah lagu.
"Itu ide awalnya waktu saya sekolah di SMKI, saya pernah suka sama seseorang dan menjalin hubungan pacaran. Waktu liburan sekolah, kami kan pulang ke rumah masing-masing. Karena jaraknya jauh, saya jadi kangen. Terus saya curhat ke Bapak, lalu Bapak menantang saya untuk membuat lagu itu," ungkap Staso.
Lagu yang berdurasi 4 menit 53 detik dengan latar belakang tempat The Heritage Palace, diunggah di channel YouTube Andi Zate. Menurut Staso, menceritakan tentang seseorang yang disayangi tetapi terhalang oleh jarak dan waktu. Ibarat kata adalah hubungan LDR.
"Ini lagunya sebenarnya memang sudah dirilis dari dulu sejak Desember tahun 2018. Namun belum waktunya untuk saya munculkan supaya mengasah bakat saya kembali," jelas Staso.
Ditemui di tempat yang sama, manajer Relink 24T, Agung Nugie mengungkapkan pembuatan video klip lagu ‘Pepujaning Ati’ yang berlokasi di The Heritage Palace tersebut dipilihnya karena penuh dengan nuansa sejarah.
"Dia pasrah kepada kita untuk pembuatan video klipnya yang bertempat di Heritage Palace, Kartasura. Kami memandang lokasi Heritage itu sangatlah tepat karena penuh dengan nuansa sejarah. Heritage tempatnya sudah terkenal. Insya Allah bisa saling bersinergi untuk memviralkan Mas Staso," ucap Agung Nugie.
Di sisi lain sang ibunda, Dian Ekawati merasa sangat berbangga terhadap Staso. Selain itu, dirinya juga menitipkan pesan agar Staso tetap lembah manah dan andap asor yang artinya tetap rendah hati.
"Sebagai seorang ibu pasti sangat bangga, karena dia bisa mewujudkan yang Bapak inginkan. Karena banyak amanah dari Bapak untuk Staso agar tetap berkarya dijalur bernyanyi. Yang pasti pesan saya tetap lembah manah, andap asor, ojo dumeh. Biarpun kita di atas sekalipun, tetap rendah hati seperti beliau Bapaknya," pungkas Dian. (Fernando Fitusia)
