Ramadhan, Perajin Sarung Batik di Solo Kebanjiran Pesanan

SOLO-Produsen sarung batik asal Kota Solo, Lar Gurda harus menggenjot produksinya untuk memenuhi permintaan pada Ramadhan ini. Kebanyakan penjualan dilakukan secara online.
Pemilik Lar Gurda, Irfan Nurudin mengatakan pesanan pada Ramadhan saat ini jauh lebih tinggi dibanding Ramadhan tahun lalu. "Peningkatan pada saat ini lebih tinggi meski sama-sama dalam kondisi pandemi," katanya, Rabu (28/04/2021).
Menurut Irfan, penjualan saat Ramadhan jauh lebih tinggi dibanding dengan hari biasa. Peningkatannya bisa 3-4 kali lipat. "Sudah kembali normal seperti saat sebelum pandemi," katanya.
Perajin itu memproduksi sarung batik dengan berbagai motif. Kebanyakan pembeli menyukai motif-motif tradisional seperti motif gurda, parang serta kurung. "Motif gurda paling banyak diminati," katanya.
Produk sarung batik itu dijual dengan harga yang bervariatif, mulai Rp 150 ribu per potong hingga jutaan rupiah. Melalui penjualan online, banyak pembeli yang memesan dari kota lain bahkan juga luar negeri.
"Sering mengirim ke luar negeri karena kami punya reseller di Taiwan,Korea dan Hongkong," kata pria yang akrab dipanggil Gus Irfan ini.
Produksi sarung batik itu dirintisnya sejak 2017 silam. Saat itu, sarung batik hanya biasa digunakan oleh masyarakat untuk acara-acara khusus. Melalui edukasi dan promosi, saat ini banyak pelanggannya yang mempergunakan sarung batik untuk kegiatan harian.
Keberhasilan Lar Gurda membuat banyak produsen batik lain yang akhirnya membuat produk yang sejenis. Meski demikian, Irfan mengaku tidak mempersoalkannya. "Alhamdulillah, menjadi inspirasi orang lain untuk berkarya," kata dia.
(Fernando Fitusia)
